Sebut Ada Kekerasan Aparat di Aksi Tolak Formula E, Jakarta Bergerak: Kami Digebukin dan Diinjak Aparat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 23 September 2021

Sebut Ada Kekerasan Aparat di Aksi Tolak Formula E, Jakarta Bergerak: Kami Digebukin dan Diinjak Aparat

Sebut Ada Kekerasan Aparat di Aksi Tolak Formula E, Jakarta Bergerak: Kami Digebukin dan Diinjak Aparat

Sebut Ada Kekerasan Aparat di Aksi Tolak Formula E, Jakarta Bergerak: Kami Digebukin dan Diinjak Aparat

DEMOCRAZY.ID - Massa demonstran mengatasnamakan 'Aksi Jakarta Bergerak' menggelar aksi menuntut pembatalan Formula E di depan Gedung DPRD DKI pada Rabu (22/9). 


Peserta aksi menyebut ada kekerasan polisi yang terjadi dalam aksi tersebut.


Juru bicara Jakarta Bergerak, Sisca Rumundor, mengatakan setidaknya ada dua bentuk tindakan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap peserta aksi. 


Salah satunya adanya aksi penabrakan motor peserta aksi yang dilakukan kendaraan petugas kepolisian.


"Jadi salah satu kendaraan peserta aksi ditabrak mobil Raisa (Pengurai Massa). Terus karena kendaraan peserta ditabrak begitu, ya kan bereaksi massa aksi yang lain," kata Sisca saat dihubungi, Kamis (23/9/2021).


Menurut Sisca, aksi penabrakan motor peserta oleh kendaraan polisi memancing amarah peserta aksi lain. 


Dia mengaku sempat ada ketegangan antara peserta dan polisi di lokasi.


Saat terjadi ketegangan itu, Sisca menyebut salah satu peserta aksi justru menjadi korban pemukulan oleh petugas kepolisian.


"Pada waktu dilerai begitu, salah satu peserta aksi lain malah dikerebutin aparat dan digebukin, diinjak sama aparat, sama oknum, ya," ujar Sisca.


Sisca mengatakan aksi kekerasan itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB pada Rabu (22/9). 


Saat itu dia menyebut peserta aksi hanya ingin melintas di depan Balai Kota DKI Jakarta.


Dia menjelaskan protokol kesehatan pun sudah dilakukan pihaknya saat melakukan unjuk rasa tersebut. 


Namun tindakan yang dilakukan petugas dinilainya berlebihan.


"Walaupun ini masih pandemi, kan namanya aksi dilindungi UU juga dan perilaku aparat itu tuh tidak baguslah, tidak tepatlah. Kapolri kan tekankan lebih humanis dan Presisi. Tapi kok begitu, motor peserta aksi disundul-ditabrak pakai mobil aparat yang memicu kemarahan lain," katanya.


Sisca menyebut, atas dugaan kekerasan yang dilakukan aparat itu, pihaknya telah melayangkan laporan polisi ke Polda Metro Jaya. 


Pihaknya pun bakal memberikan keterangan pers perihal peristiwa itu sore nanti sekitar pukul 16.00 WIB.


"Nanti (saat konferensi pers) yang melapor yang berbicara. Yang ditabrak dan yang dipukul, dia yang berbicara," tutur Sisca. [Democrazy/detik]