Reklame 'Puan' Dibongkar Satpol PP Tanpa Ijin, Sang Pemilik Ngamuk | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 11 September 2021

Reklame 'Puan' Dibongkar Satpol PP Tanpa Ijin, Sang Pemilik Ngamuk

Reklame 'Puan' Dibongkar Satpol PP Tanpa Ijin, Sang Pemilik Ngamuk

Reklame 'Puan' Dibongkar Satpol PP Tanpa Ijin, Sang Pemilik Ngamuk

DEMOCRAZY.ID - Tanpa seizinnya, pengusaha advertising di Banyuwangi Jawa Timur, Imam Maskun berharap Kepolisian segera menindak lanjut laporan hukum penjualan bongkaran besi reklame yang terpasang gambar Ketua DPR RI Puan Maharani oleh oknum Satpol PP.


"Saya tidak menyoal pemotongan besi (advertising), yang saya sesalkan mengapa di jual tanpa seijin pemiliknya. Saya tidak pernah di beritahu (Satpol PP)," ungkap Imam Maskun pada wartawan, Kamis 9 September 2021.


Pengusaha advertising tersebut membenarkan adanya penebangan baliho yang bergambar Puan Maharani oleh oknum Satpol PP. Penebangan tersebut dilakukan tanpa seizin pihaknya, pemilik papan Baliho.


"Memang benar baliho klien kami bergambar Puan Maharani ditebang oleh Satpol PP. Pembongkaran itu tanpa seizin kami. Silahkan tanya ke Satpol PP terkait itu," ujar Imam, 10 September 2021.


Diketahui bahwa Imam Maskun datang ke Mapolresta Banyuwangi, untuk melaporkan tindakan oknun Satpol PP yang menjual bongkaran besi papan reklame, pada Jumat 10 September 2021.


Imam mengungkapkan, pembongkaran itu dilakukan pada tanggal 4 Mei 2021 lalu. kemudian selanjutnya, pihaknya berkirim surat ke Satpol PP untuk meminta bongkaran besi tersebut.


Tetapi sayangnya, anehnya bongkaran besi itu hilang entah kemana.


Diduga, bekas besi baliho itu dijual oleh oknum Satpol PP. Untuk itu, pihaknya melaporkan hal itu ke aparat kepolisian.


"Kami sudah laporkan kasus itu ke polisi," tambahnya.


Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi AKP Mustijat Priyambodo, kepada wartawan membenarkan pelaporan penggelapan besi bongkaran baliho tersebut. 


Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.


"Memang benar saat ini kita tangani. Kita masih melakukan penyelidikan. Nanti beberapa saksi akan kita panggil," tambahnya.


Sayannya, pihak Plt Kepala Satpol PP, Banyuwangi Wawan Yadmadi belum bisa dikonfirmasi terkait dengan pelaporan dugaan penggelapan besi bekas baliho tersebut. Beberapa kali dihubungi wartawan tidak tersambung. [Democrazy/pkr]