Prabowo Mulai Ditinggal Kalangan Islam Puritan, Pakar Beberkan Sejumlah Penyebabnya | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 28 September 2021

Prabowo Mulai Ditinggal Kalangan Islam Puritan, Pakar Beberkan Sejumlah Penyebabnya

Prabowo Mulai Ditinggal Kalangan Islam Puritan, Pakar Beberkan Sejumlah Penyebabnya

Prabowo Mulai Ditinggal Kalangan Islam Puritan, Pakar Beberkan Sejumlah Penyebabnya

DEMOCRAZY.ID - Nama Prabowo Subianto digadang tidak akan bersinar terang dalam pilpres 2024 mendatang. 


Bahkan Direktur Eksekutif Oversight of Indonesia Democratic Policy mengungkap salah satu faktornya Prabowo sudah ditinggalkan kalangan Islam Puritan.


Kondisi itulah Setyo menilai jika Gerindra harus memiliki sosok yang lebih bersinar selain Prabowo. 


Salah satu calon yang dinilai sesuai yakni Sandi, karena lebih bersinar dibanding Prabowo.


Salah satu parameter jika posisi Sandiaga Uno saat ini muncul sebagai bintang yang lebih bersinar dibanding Prabowo Subianto. 


Sandiaga pun dianggap lebih bisa mengartikulasi dan memiliki passion sebagai Menteri Pariwisatanya Jokowi.


Menurut Satyo, meski sama dan berasal dari Gerindra, Sandiaga dianggap “clear” tidak memiliki dosa historis Pilpres 2019.


“Tapi tidak dengan Prabowo yang sudah ditinggal oleh salah satu segmen dukungannya yaitu yang berasal dari kalangan Islam puritan,” pungkas Satyo.


Salah satu kemampuan terlihat dari langkah dan kinerja Sandi dalam meningkatkan Pariwisata di tanah air. Sejak dirinya menjabat sebagai Menteri Pariwisata.


“Terbukti perlahan tapi pasti popularitas Sandi mulai menyodok merayap naik diantara para capres survei, Sandi dianggap berbeda dengan Ketum Gerindra meski sama-sama menerima ajakan Jokowi untuk bergabung dalam kabinet pemerintahan Jokowi,” ujar Satyo, Selasa 28 September 2021.


Jelang Pemilihan Presiden (Piplres) 2024 mendatang, Partai Gerindra diusulkan untuk ancang-ancang mencari sosok lain, selain Prabowo Subianto. 


Hal itu lantaran Prabowo diprediksi bakal jadi ‘gelandangan politik’ karena para pendukung di Pilpres 2019 sudah meninggalkan Prabowo.


Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi menilai, masuknya Prabowo ke koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin membuat pendukungnya kecewa.


Oleh sebabnya, apabila Prabowo memutuskan untuk maju pada Pilpres 2024 nanti, maka Gerindra harus bersiap menerima kenyataan, yakni menurunnya dukungan rakyat.


“Setelah Pilpres kan Prabowo masuk kabinet sebagai Menteri Pertahanan. Dari suara-suara pendukung selama ini kan Prabowo mengecewakan pendukungnya,” ujar Muslim Arbi


Terlebih Muslim juga berpendapat, Ketua Umum Gerindra tersebut bakal kesulitan untuk mendapatkan dukungan seperti Pilpres 2019 silam.


Belum lagi ditambah tedalam sejumlah survei juga tampak bahwa elektabilitas Prabowo cenderung menurun jika dibanding pencapaian di Pilpres 2019. [Democrazy/hops]