Polisi dan Satpol PP Klaim Tak Hapus Mural 'Butuh Logistik' di Karawang, Lalu Siapa? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 01 September 2021

Polisi dan Satpol PP Klaim Tak Hapus Mural 'Butuh Logistik' di Karawang, Lalu Siapa?

Polisi dan Satpol PP Klaim Tak Hapus Mural 'Butuh Logistik' di Karawang, Lalu Siapa?

Polisi dan Satpol PP Klaim Tak Hapus Mural 'Butuh Logistik' di Karawang, Lalu Siapa?

DEMOCRAZY.ID - Dua dari empat mural yang dibuat seniman street art di Jalan Tuparev (Tujuh Pahlawan Revolusi), Karawang, tiba-tiba hilang. 


Mural yang hilang adalah mural bertuliskan "Pemerintah Kami Kelaparan 404 Not Found! PPKM Not Found!," dan mural bertuliskan "Butuh Logistik Bukan Tipu Daya Politik".


Dua mural lainnya yang masing-masing bertuliskan "Urus Rakyatmu Jangan Kau Urus Muralku," dan "Kapan Tatap Muka Kami Sudah Tak Mampu Membeli Kuota," masih ada sampai berita ini ditulis.


Dari pantauan kumparan, Rabu (1/9), dua mural tersebut hilang dan ditiban alias dihapus menggunakan cat warna hitam. 


Mural bertuliskan "Butuh Logistik Bukan Tipu Daya Politik" dihapus total. 


Sementara mural bertuliskan "Pemerintah Kami Kelaparan 404 Not Found! PPKM Not Found!" hanya dihapus sebagian teksnya sehingga kini berbunyi "Pemerintah Kami 404 Not Found!".


Mural tersebut mulai hilang sejak kemarin sore, Selasa (31/8). 


Tidak ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas peristiwa penghapusan ini.


Kepala Satpol PP Karawang Asep Wahyu ketika dikonfirmasi Rabu (1/9) menuturkan, pihaknya tidak menghapus dua mural tersebut. 


"Itu kepolisian pak, justru itu tidak tahu nih dihapusnya sama siapa. Cuma kemarin mau ada undangan dari Intel yang soal mural," ujar Asep.


Asep menegaskan, Satpol PP belum turun ke lapangan untuk menindak mural tersebut. 


Dalam waktu dekat, ia akan menurunkan tim ke lapangan untuk survei. 


"Ingin tahu siapa pelakunya, pelakunya kami belum tahu," katanya.


Ketika ditanya apakah Satpol PP akan menghapus dua mural lainnya, Asep menjawab pihaknya sedang menunggu perintah.


"Nanti kami tindak lanjuti sesuai arahan dari polisi. Kami mau rapat hari Kamis (besok). Rapat bahas mural dengan kepolisian," kata Asep.


Terpisah, Kasat Intel Polres Karawang AKP Agustinus Manurung menuturkan, pihaknya juga tidak menghapus dua mural tersebut. 


Malah menurut polisi, para seniman sendiri yang menghapus dua mural tersebut.


"Tidak, mereka sendiri (seniman) yang menghapus. Kami tanya untuk konfirmasi, mereka bilang akan menghapus (mural). Kami suruh menghapus mural-mural yang negatif, biar komunitasnya bertanggung jawab," katanya.


Terpisah, Dendi, perwakilan seniman yang melakukan mural membantah bila komunitasnya menghapus dua mural tersebut.


"Tidak tahu, bukan kami yang hapus. Kami tidak tahu siapa yang hapus, tiba-tiba setelah ramai di medsos langsung dihapus. Tapi bukan kami yang menghapus," katanya. [Democrazy/kpr]