Pedagang di Aceh Barat Geger Ada OTK Sebar Buku dan Selebaran Aliran Sesat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 15 September 2021

Pedagang di Aceh Barat Geger Ada OTK Sebar Buku dan Selebaran Aliran Sesat

Pedagang di Aceh Barat Geger Ada OTK Sebar Buku dan Selebaran Aliran Sesat

Pedagang di Aceh Barat Geger Ada OTK Sebar Buku dan Selebaran Aliran Sesat

DEMOCRAZY.ID - Kemenag Aceh Barat menemukan buku dan selebaran mengandung unsur penistaan agama. 


Buku itu disebarkan oleh orang tak dikenal di kawasan Pasar Induk Bina Usaha, Kecamatan Johan Pahlawan.


Kepala Kemenag Aceh Barat, H Khairul Azhar, mengatakan, penyebaran buku dan selebaran mengandung unsur pendangkalan aqidah itu diketahui pada Jumat (10/9). 


Buku dan selebaran itu diberikan OTK(Orang Tak Dikenal) kepada beberapa pedagang di Pasar Induk Bina Usaha.


Judul buku yang beredar yakni Ketika Nafiri Berkumandang, Doa Insan Pancasilais Demi Keutuhan NKRI, Islam Logis Tema 3, Fakta dan Bukti Logis Allah SWT Bukan Tuhan dan Sabda Isa/Yesus tentang Penghakiman di Hari Kiamat-Ajaran Muhammad yang Menirukan Penghakiman Hari Kiamat.


“Kita sangat menyayangkan terhadap penyebaran buku yang mengandung unsur penistaan agama dan pendangkalan akidah tersebut. Sebab hal tersebut dapat memecah belah dan mengganggu kerukunan umat beragama yang telah terjalin dengan baik selama ini,” kata Khairul, Rabu (15/9).


Khairul menjelaskan, awalnya Kemenag Aceh Barat mendapatkan informasi dari masyarakat terkait adanya upaya pendangkalan akidah di Aceh Barat pada Senin (13/9).


Usai menerima informasi itu, ia menugaskan penyuluh agama Islam bekerja sama dengan Wilayatul Hisbah Aceh Barat untuk mengidentifikasi dan menelusuri kebenaran informasi tersebut.


Pedagang di Aceh Barat Geger Ada OTK Sebar Buku dan Selebaran Aliran Sesat


“Dari penelusuran itu benar kita mendapati beberapa buku yang mengandung penistaan dan pendangkalan aqidah dari para pedagang, tukang sapu, dan tukang parkir di sekitar pasar Bina Usaha Meulaboh,” ucap Khairul.


Atas temuan itu, Kemenag Aceh Barat langsung mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bersama Kodim Aceh Barat, Polres Aceh Barat, Kejaksaan Negeri Meulaboh, Badan Kesbangpol, Dinas Syariat Islam, Ketua MPU, Ketua MAA, Ketua FKUB, tokoh lintas agama, organisasi masyarakat Islam dan unsur-unsur terkait lainnya.


“Dalam FGD yang digelar hari ini, kita membahas terkait penyelesaian kasus penyebaran buku pendangkalan akidah yang terjadi di Aceh Barat yang dilakukan oleh orang tidak dikenal,” ucap dia.


Kemenag Aceh Barat Ungkap Ada Indikasi Aliran Sesat di Buku dan Selebaran Itu


Dari hasil koordinasi, kata Khairul, terdapat adanya indikasi pemahaman aliran sesat terkandung di dalam buku tersebut. 


Sebab, tidak sesuai dengan pemahaman ajaran agama mana pun yang ada di Indonesia.


“Kita mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta tidak melakukan hal-hal anarkis yang melanggar hukum, serta selalu memantau, mengawasi, dan melaporkan kepada penegak hukum jika terdapat upaya-upaya yang mencurigakan terkait permasalahan tersebut,” kata Khairul.


Khairul menuturkan, Kemenag Aceh Barat telah menyerahkan kasus ini kepada aparat penegak hukum supaya dapat mengungkap dan menangkap pelaku yang menyebarkan buku tersebut.


“Berharap kepada Polres Aceh Barat untuk mengungkapkan kasus dan menangkap pelaku pendangkalan akidah tersebut secara hukum,” ungkapnya.


Sementara Ketua MPU Aceh Barat, H Abdurrani Adian, mengatakan, tokoh pemerintah, masyarakat, dan tokoh lintas agama dalam persoalan ini tidak tinggal diam dan akan ikut bertanggung jawab agar hal serupa tidak terjadi lagi.


Ia berharap kepada masyarakat tidak merespons secara berlebihan akan tetapi menyerahkan kepada penegak hukum agar kasus tersebut terungkap dan segera ditangani secara baik.


“Peredaran buku pendangkalan akidah tersebut tidak banyak, hanya di sekitar pasar Bina Usaha Meulaboh saja. Karenanya mengimbau kepada masyarakat untuk memaknai hal tersebut secara positif, hal tersebut merupakan adalah cobaan dalam kehidupan beragama,” katanya.


Demi mencegah agar kasus serupa tidak terjadi lagi, Abdurrani telah menginstruksikan kepada MPU seluruh kecamatan untuk waspada dan berhati-hati. 


Ia juga mengimbau kepada masyarakat harus berhati-hati menerima buku-buku tersebut.


“Jika ada segera laporkan ke pihak yang berwajib,” imbuhnya.


Sedangkan seorang pengurus FKUB Aceh Barat dari Kristen Protestan, L Ferdinand, menyebutkan, jika dilihat dari judul buku-buku tersebut adanya upaya penyesatan dari aliran sesat.


“Inilah yang menggoncangkan kita, khususnya di Aceh,” ujarnya.


Pihaknya juga akan berperan mencari kebenaran dan mengatasi permasalahan tersebut agar tidak terjadi kembali.


“Hampir sepuluh tahun saya di Meulaboh, baru kali ini ada masalah seperti ini,” ucap Ferdinand. [Democrazy/kpr]