Miris! Tembok Setinggi 1,5 Meter Halangi Rumah Tahfidz, Santri & Warga Terpaksa Bikin Tangga | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 12 September 2021

Miris! Tembok Setinggi 1,5 Meter Halangi Rumah Tahfidz, Santri & Warga Terpaksa Bikin Tangga

Miris! Tembok Setinggi 1,5 Meter Halangi Rumah Tahfidz, Santri & Warga Terpaksa Bikin Tangga

Miris! Tembok Setinggi 1,5 Meter Halangi Rumah Tahfidz, Santri & Warga Terpaksa Bikin Tangga

DEMOCRAZY.ID - Santri dari rumah tahfidz Al-Quran dan warga di Jalan Nibung, Kota Binjai, mengeluhkan pihak keluarga ahli waris yang hingga kini masih mempertahankan pagar tembok beton yang memutus jalan. 


Warga dan santri pun membuat tangga agar bisa melewati pagar setinggi 1,5 meter tersebut.


Warga berharap, pemerintah Kota Binjai, dapat membantu menyelesaikan permasalah trsebut supaya pagar beton setinggi satu setengah meter itu segera dijebol agar warga dan santri dapat melintasi jalan.


Hingga kini tembok masih berdiri kokoh meski warga dan pengurus rumah tahfidz sudah berulang kali memohon kepada pemerintahan kelurahan agar pagar dijebol. 


Menurut sejumlah warga, pagar penutup jalan tidak seharusnya ada, mengingat jalan yang tertutup akibat ada pagar merupakan jalan umum yang sudah di aspal pemerintah Kota Binjai.


Pagar penutup jalan merupakan milik salah seorang ahli waris tanah, yang sudah dibagun beberapa tahun lalu. 


Sementara jalan yang sudah diaspal pemerintah, pun masih di klaim beberapa orang ahli waris sebagai jalan pribadi.


Warga dan santri tahfidz Al-Quran mempergunakan jalan untuk menuju jalan besar Binjai–Stabat, dan untuk keperluan ibadah anak santri saat akan sholat berjamaah di masjid.


Mereka terpaksa melewati pagar dengan memanjat tangga kayu yang dibuat khusus agar warga dapat melewati tembok pagar. Sebab untuk memutar di butuhkan waktu lebih lama.


"Kalau memutar lebih lama, makanya kami lewati dengan tangga," ujar salah seorang warga bernama Fitri, Minggu (12/9/2021).


Santri yang akan melaksanakan sholat berjamaah di masjid dekat rumah tahfidz juga terpaksa menaiki pagar untuk melewati pagar tembok setinggi satu setengah meter. 


Hal ini dikhawatirkan pengurus rumah tahfidz karena membahayakan keselematan santri dan warga.


"Khawatir kalau ada yang jatuh dari tangga," ujar pengurus rumah Tahfidz, Syamsil Qamar Hulu. [Democrazy/rkp]