Kondisi Ekonomi Tahun 1998 Lebih Baik dari Era Jokowi, Profesor UI: Gak Heran Kalo Demen Cari Utangan China | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 12 September 2021

Kondisi Ekonomi Tahun 1998 Lebih Baik dari Era Jokowi, Profesor UI: Gak Heran Kalo Demen Cari Utangan China

Kondisi Ekonomi Tahun 1998 Lebih Baik dari Era Jokowi, Profesor UI: Gak Heran Kalo Demen Cari Utangan China

Kondisi Ekonomi Tahun 1998 Lebih Baik dari Era Jokowi, Profesor UI: Gak Heran Kalo Demen Cari Utangan China

DEMOCRAZY.ID - Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Ronnie H. Rusli menyebut, kondisi ekonomi Indonesia di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah melebihi ambang batas krisis moneter (krismon) di tahun 1998.


“Kondisi ekonomi saat ini sudah melebihi krismon 1998,” kata Ronnie H. Rusli melalui akun Twitternya, Minggu, 12 September 2021.


“Habislah kalo RE penopang paling belakang ekonomi kena,” sambung dia.


Selain itu, Ronnie juga mengaku tidak heran jika pemerintahan Presiden Jokowi mencari utang hingga ke negeri tirai bambu, China.


Pasalnya, utang pemerintahan Presiden Jokowi dari Amerika Serikat akan jatuh tempo di akhir tahun 2021.


“Gak heran kalo pemerintah sekarang cari utangan dari China karena Amerika sudah tidak mungkin malah tagihan akan jatuh tempo akhir tahun ini,” ungkapnya.


Bahkan, ia merasa ragu jika convert yuan ke dolar Amerika Serikat dapat dijadikan sebagai solusi untuk membayar utang yang akan jatuh tempo di akhir tahun 2021.


“Harap pinjam untuk convert Yuan ke US Dollar untuk bayar utang?,” pungkasnya.


Sebelumnya, Bank Indonesia telah merilis laporan utang luar negeri Indonesia hingga akhir bulan Juni 2021.


Hingga akhir bulan Juni 2021, utang luar negeri Indonesia sudah menembus angka 415,1 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 5.977 triliun.


China merupakan negara pemberi utang terbesar ketiga Indonesia yakni sebesar 21,246 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp 305 triliun. [Democrazy/slm]