Kepercayaan Masyarakat ke KPK Menurun, ICW: Era Firli Lebih Perlihatkan Kontroversi daripada Prestasi! | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 29 September 2021

Kepercayaan Masyarakat ke KPK Menurun, ICW: Era Firli Lebih Perlihatkan Kontroversi daripada Prestasi!

Kepercayaan Masyarakat ke KPK Menurun, ICW: Era Firli Lebih Perlihatkan Kontroversi daripada Prestasi!

Kepercayaan Masyarakat ke KPK Menurun, ICW: Era Firli Lebih Perlihatkan Kontroversi daripada Prestasi!

DEMOCRAZY.ID - Survei Indikator Politik menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengalami penurunan.


Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai penurunan itu menunjukkan  lembaga anti rasuah itu sedang tidak baik-baik saja.


Padahal pada tahun-tahun sebelumnya, katanya, KPK selalu menempati posisi puncak untuk isu kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga negara.


Peneliti ICW Kurnia Ramadhana melihat KPK cenderung lebih memperlihatkan kontroversi ketimbang prestasi dalam kurun waktu satu tahun terakhir.


"Jika ditelisik lebih lanjut, ICW meyakini sumber utama permasalahan di tubuh KPK saat ini berasal dari lima pimpinannya," kata Kurnia dalam keterangannya, Selasa (28/9/2021).


Menurutnya, ICW memerinci setidaknya ada tiga hal yang menjadi sorotan masyarakat.


Pertama, kata Kurnia, terkait minimnya integritas pimpinan KPK.


Ia merujuk pada pelanggaran kode etik.


Sejauh ini sudah ada dua pimpinan KPK yang mesti berurusan dengan Dewan Pengawas, yakni Firli Bahuri dan Lili Pintauli Siregar, katanya.


"Dalam isu ini, tentu saja masyarakat tidak mungkin akan percaya lagi jika KPK mengkampanyekan nilai integritas kepada masyarakat, sedangkan pimpinannya saja bermasalah dari segi etika," kata Kurnia.


Sorotan kedua, ujarnya, performa penindakan KPK anjlok di bawah kepemimpinan Firli Bahuri.


Seperti jumlah operasi tangkap tangan (OTT) merosot tajam, kualitas penanganan perkara buruk dan sering terjadi kebocoran informasi di tubuh KPK, ungkap keterangan ICW.


"Tentu, menanggapi kritik ini pimpinan KPK selalu memiliki segudang argumentasi. Namun, ICW meyakini argumentasi yang dibangun oleh KPK seringkali bukan argumentasi yang benar, melainkan argumentasi pembenar semata," ujar Kurnia.


Sorotan ketiga, kata Kurnia, terkait kebijakan yang diambil oleh pimpinan KPK selalu mengundang kritik massif dari masyarakat.


Selain polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK, katanya, ICW menilai terdapat pula kesesatan merumuskan strategi pencegahan.


Misalnya mengunjungi dan meminta video testimoni dari para terpidana korupsi.


Menurut ICW, KPK saat ini seperti kehilangan arah dan melenceng dari tujuan awal pembentukan lembaga tersebut.


ICW mengatakan, penurunan tingkat kepercayaan publik kepada KPK mesti segera disikapi secara objektif oleh Presiden Joko Widodo.


"Misalnya, mengevaluasi kinerja pimpinan KPK dan membatalkan sejumlah kebijakan yang berpotensi besar mendegradasi kembali kepercayaan publik kepada KPK," tutur Kurnia.


Sebelumnya, survey Indikator Politik terkini menunjukkan kpercayaan public kepada  KPK menurun, sehingga menempatkannya di bawah TNI, Presiden, Polri.


Berdasarkan survei tersebut, tingkat kepercayaan publik terhadap KPK hanya 65 persen.


Sementara responden yang menyatakan tidak percaya yaitu 26 persen.


"Biasanya KPK kalau tidak nomor dua, satu. Mungkin hanya kalah dengan TNI. Tapi sekarang merosot ke peringkat empat dilihat dari tingkat kepercayaan publik terhadap KPK," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring, Minggu (26/9/2021).


Sementara itu, lembaga yang paling dipercaya publik dalam survei tersebut adalah TNI dengan tingkat kepercayaan 90 persen.


Berikutnya disusul Presiden dengan tingkat kepercayaan 82 persen dan Polri dengan tingkat kepercayaan 71 persen.


Di bawah KPK, secara berturut-turut ada Kejaksaan dengan tingkat kepercayaan 61 persen, MPR  (57 persen), DPD (52 persen), DPR (50 persen), dan partai politik (48 persen). [Democrazy/tribun]