Kemarin Minta Rakyat Jangan Fanatik Agama, Kok Sekarang Letjen Dudung Malah Pakai 'Alasan Agama' untuk Pindahkan Diorama G30S PKI? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 28 September 2021

Kemarin Minta Rakyat Jangan Fanatik Agama, Kok Sekarang Letjen Dudung Malah Pakai 'Alasan Agama' untuk Pindahkan Diorama G30S PKI?

Kemarin Minta Rakyat Jangan Fanatik Agama, Kok Sekarang Letjen Dudung Malah Pakai 'Alasan Agama' untuk Pindahkan Diorama G30S PKI?

Kemarin Minta Rakyat Jangan Fanatik Agama, Kok Sekarang Letjen Dudung Malah Pakai 'Alasan Agama' untuk Pindahkan Diorama G30S PKI?

DEMOCRAZY.ID - Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Dudung Abdurachman akhirnya angkat bicara soal tudingan mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo bahwa militer Angkatan Darat (AD) tengah disusupi oleh PKI.


Letjen Dudung menegaskan kalau diorama G30S/PKI di Museum Darma Bhakti Kostrad diambil oleh pembuatnya yakni Letnan Jenderal TNI (Purn.) Azmyn Yusri Nasution.


Mantan Pangdam Jaya itu menyebutkan alasan Letjen AY Nasution meminta diorama itu karena merasa berdosa karena sudah membuat patung.


Azmyn membuat diorama tersebut saat dirinya menjabat sebagai Panglima Kostrad ke-34 periode 2011-2012. 


Namun beberapa waktu ke belakang yang bersangkutan meminta izin kepada Dudung untuk membawa diorama tersebut.


“Saya hargai alasan pribadi Letjen TNI (Purn) AY Nasution, yang merasa berdosa membuat patung-patung tersebut menurut keyakinan agamanya. Jadi, saya tidak bisa menolak permintaan yang bersangkutan,” kata Dudung dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/6/2021).


Dudung pun membantah apabila penarikan patung Jenderal TNI AH Nasution (Menko KSAB), Mayjen TNI Soeharto (Panglima Kostrad), dan Kolonel Inf Sarwo Edhie Wibowo (Komandan RPKAD) itu atas dasar kemauan pihaknya untuk melupakan peristiwa sejarah pemberontakan G30S/PKI.


“Saya dan Letjen TNI (Purn) AY Nasution mempunyai komitmen yang sama tidak akan melupakan peristiwa terbunuhnya para jenderal senior TNI AD dan perwira pertama Kapten Piere Tendean dalam peristiwa itu,” ujarnya.


Dudung juga menilai kalau tudingan yang disampaikan Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo merupakan tindakan keji terhadap pihaknya. 


Menurut Dudung, seharusnya Gatot bisa melakukan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menyebarkan tudingan kepada publik.


“Dalam Islam disebut tabayun agar tidak menimbulkan prasangka buruk yang membuat fitnah, dan menimbulkan kegaduhan terhadap umat dan bangsa,” jelasnya.


Pernyataan Dudung itu pun ramai dikomentari warganet. 


Beberapa diantaranya yang mengingatkan Letjen Dudung soal pernyataan terkait fanatisme agama.


“Jadi kepentingan pribadi sudah mengalahkan kepentingan negara. Dan Pak Dudung akhirnya lebih membela kepentingan pribadi drpd negara? Berarti selama ini Pak Dudung hanya omdo berkoar-koar lebih mementingkan negara dari segala-galanya. Baru kemarin loh dia bilang jangan fanatik agama!,” kata salah satu warganet @radd****.


Diketahui beberapa waktu yang lalu, Letjen Dudung memberikan pesan terkait sikap fanatisme. Dudung meminta jajarannya tak bersikap fanatik terhadap agama.


Pesan itu disampaikan Dudung saat mengunjungi Batalion Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9/2021).


Dudung mulanya meminta prajurit TNI AD untuk bijak dalam bermedia sosial. Dia meminta mereka menghindari sikap fanatisme yang berlebihan terhadap agama. Sebab, menurutnya, semua agama sama di mata Tuhan Yang Maha Esa.


“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” kata Dudung, dikutip dari keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9/2021). [Democrazy/fajar]