Kecewa Pemerintah Tak Tepati Janji, 2 Korban Bom Katedral Makassar: Pengobatan Kami Tak Sampai Pulih | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 30 September 2021

Kecewa Pemerintah Tak Tepati Janji, 2 Korban Bom Katedral Makassar: Pengobatan Kami Tak Sampai Pulih

Kecewa Pemerintah Tak Tepati Janji, 2 Korban Bom Katedral Makassar: Pengobatan Kami Tak Sampai Pulih

Kecewa Pemerintah Tak Tepati Janji, 2 Korban Bom Katedral Makassar: Pengobatan Kami Tak Sampai Pulih

DEMOCRAZY.ID - Beredar video memperlihatkan dua korban korban bom di Gereja Katedral Makassar, kecewa terhadap pemerintah pusat. Video durasi 2.35 detik ini tersebar dan viral di berbagai sosial media, Kamis (30/9).


Diketahui kedua korban masing-masing, Valeria (21) dan Karina Dimayu (20). 


Mereka mahasiswi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Stella Maris Makassar.


Dalam rekaman, mereka ini terlihat duduk lalu merekam video mencurahkan keluh kesahnya. 


Mereka mengaku merasa dicampakkan setelah menjadi korban tragedi bom bunuh diri dari Gereja Katedral Makassar, pada Minggu (28/3) lalu.


Dalam tragedi bom itu, Valeria dan Karina mengalami luka serius. 


Valeria, kedua tangan dan kakinya terbakar. Mereka saat kejadian bom bunuh diri sedang ibadah misa.




Sedangkan, Karina tangan kanan dan kaki kirinya yang terbakar. Setelah enam bulan berlalu, kaki dan tangan keduanya mengalami keloid. 


Ia mengaku tak bisa beraktivitas normal lagi.


"Saat ini, saya mengalami keloid di tangan dan kaki saya. Keloid saya terasa nyeri dan terus mengalami penebalan. Saya juga tidak bisa beraktifitas normal," kata Valeria dalam rekaman. Hal senada juga dikatakan Karina.


Keduanya mengaku kecewa ke pemerintah pusat. Mereka ini dijanjikan pengobatan hingga pulih. 


Tapi nyatanya, diakuinya pemerintah tidak memperhatikan mereka secara sempurna.


"Saya dijanji oleh pemerintah untuk pengobatan, tapi kami tidak diperhatikan secara sempurna sesuai janjinya. Saya juga menunggu kepastian operasi dari rumah sakit Bhayangkara Makassar, tapi saat ini saya belum menerima kepastian dan Acc," kata dia.




Dia berharap kepada para dermawan dan pihak gereja untuk membantunya dalam mengatasi keloid yang dialaminya itu. 


Dia sangat mengharapkan bantuan agar kulit atau kondisinya kembali norm


Direktur Rumah Sakit Stella Maris, dr Luisa Nuhuhita membenarkan adanya rekaman video tersebut. 


Dia mengaku, pengakuan dari kedua mahasiswa ini karena adanya kesalahpahaman dan adanya oknum orang yang memprovokatori.


"Benar, tapi persoalan ini sudah clear. Dan ini seharusnya pihak STIK yang berbicara. Tapi setahu saya, kedua mahasiswa sudah dipertemukan dengan pihak gereja dan juga Rumah Sakit Bhayangkara Polri," ujar dia.


Luisa tak menyebut kapan video itu direkam dan siapa orang yang memprovokatori keduanya.


Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, kata Luisa, sudah berjanji memberikan perawatan kepada mahasiswa ini hingga sembuh. 


Perawatan mereka juga gratis. Selain itu, kedua mahasiswa STIK ini juga diperlakukan hingga diberikan pelayanan sangat baik di kampus. [Democrazy/kmpr]