Jepang Akhirnya Klarifikasi Terkait Peringatan Teror Bom di ASEAN Termasuk Indonesia | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 16 September 2021

Jepang Akhirnya Klarifikasi Terkait Peringatan Teror Bom di ASEAN Termasuk Indonesia

Jepang Akhirnya Klarifikasi Terkait Peringatan Teror Bom di ASEAN Termasuk Indonesia

Jepang Akhirnya Klarifikasi Terkait Peringatan Teror Bom di ASEAN Termasuk Indonesia

DEMOCRAZY.ID - Belakangan ini beredar peringatan Jepang mengenai teror bom di beberapa negara di ASEAN.


Pada Senin (13/9/2021), Kementerian Luar Negeri Jepang mendesak warganya untuk menjauhi tempat ibadah dan keramaian di enam negara Asia Tenggara.


Peringatan ancaman berlaku untuk warga negara Jepang di Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.


Namun, informasi terbaru menyebutkan bahwa peringatan teror tersebut tidak ditujukan kepada Indonesia.


"Sejak 12 September terdapat informasi dari kedutaan dan konsulat Jepang yang berada di beberapa negara di Asia Tenggara bahwa kemungkinan akan terjadi serangan bom bunuh diri di tempat-tempat yang banyak orang berkumpul seperti di tempat sholat, semakin besar kemungkinannya. Telah menyerukan warga Jepang untuk waspada terhadap terorisme."


"Oleh karena itu pihak kedutaan Jepang di beberapa negara mengeluarkan peringatan tetapi tidak ada yang dari Indonesia," papar sumber pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang pada Selasa (15/9/2021).


Menurut sumber yang berkompeten itu, hanya empat kedutaan Jepang di empat negara yang mengeluarkan peringatan tersebut yaitu email konsuler di Singapura, Thailand, Filipina, dan Malaysia.


"Email konsuler dikeluarkan karena Kementerian Luar Negeri melakukan kontak dengan informasi tersebut," tekannya lagi.


Pihak Kemlu Jepang juga ingin menahan diri untuk tidak berkomentar terlebih dahulu terkait sumber informasi.


"Di sisi lain, kami ingin menahan diri untuk tidak mengomentari sumber informasi dan perincian informasi yang kami hubungi karena cara pemerintah Jepang sedang mengumpulkan informasi akan dipublikasikan dan ada risiko merusak hubungan percaya dengan sumber informasi," tambahnya.


Biar bagaimana Jepang ingin agar para turis asing ke negara-negara di ASEAN dapat terus waspada selama perjalanannya.


"Bagaimanapun kami ingin penduduk dan pelancong Jepang untuk terus memperkuat kewaspadaan mereka terhadap terorisme, berusaha untuk mendapatkan informasi terbaru, dan memberikan perhatian yang cukup untuk memastikan keselamatan," tekan sumber itu lebih lanjut.


Jepang Peringatkan Kemungkinan Serangan Bom di ASEAN


Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Jepang mengatakan telah memperoleh informasi bahwa ada peningkatan risiko seperti bom bunuh diri, Senin (13/9/2021), dikutip dari AP.


Peringatan itu berlaku untuk warga negara Jepang di Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Myanmar.


Peringatan itu menimbulkan kebingungan di beberapa negara tersebut.


Mereka mengatakan tidak mengetahui ancaman semacam itu, atau rincian dari Jepang mengenai sumber informasinya.


Tanee Sangrat, juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, mengatakan Jepang tidak mengungkapkan asal usul peringatan tersebut.


Kedutaan Besar Jepang juga tidak memiliki rincian lebih lanjut.


Badan keamanan Thailand tidak memiliki informasi mereka sendiri tentang kemungkinan ancaman, kata wakil juru bicara polisi Kissana Pathanacharoen.


Demikian pula, Departemen Luar Negeri Filipina mengatakan tidak mengetahui adanya informasi tentang peningkatan tingkat ancaman.


Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Teuku Faizasyah membantah bahwa ada peringatan bahkan dikirim ke warga Jepang di sana.


Polisi Malaysia juga belum menerima informasi atau mendeteksi ancaman keamanan, kata kepala polisi nasional Acryl Sani Abdullah Sani.


Dalam peringatan singkat itu, Jepang mendesak warganya untuk memperhatikan berita dan informasi lokal dan berhati-hati.


Namun, Jeoang tidak memberikan kerangka waktu tertentu atau detail lainnya.


Kementerian Luar Negeri Jepang menolak untuk memberikan sumber informasi.


Dikatakan peringatan itu telah dikirim ke kedutaan besarnya di negara-negara yang bersangkutan untuk dibagikan kepada warga negara Jepang. [Democrazy/trb]