Ini Alasan Palu-Arit Jadi Lambang PKI, Berasal dari Negara Besar Ini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 28 September 2021

Ini Alasan Palu-Arit Jadi Lambang PKI, Berasal dari Negara Besar Ini

Ini Alasan Palu-Arit Jadi Lambang PKI, Berasal dari Negara Besar Ini

Ini Alasan Palu-Arit Jadi Lambang PKI, Berasal dari Negara Besar Ini

DEMOCRAZY.ID - Simbol palu dan arit yang saling bersilang satu sama lain kerap dilambangkan sebagai ideologi alias paham komunisme, simbol ini pula yang diadopsi oleh partai terlarang di Indonesia, yakni Partai Komunis Indonesia (PKI). 


Lantas, apa alasan atau mengapa PKI memiliki lambang palu dan arit?


Perlu kamu ketahui, bahwa palu dan arit sesungguhnya bukanlah lambang milik PKI saja. 


Hal itu lantaran palu dan arit merupakan lambang atau simbolisme dari komunis.


Sehingga, penggunaan lambang palu dan arit juga dipakai oleh gerakan berhaluan komunisme lainnya di berbagai belahan dunia.


Menilik penelusuran dari berbagai catatan sejarah, simbol palu melambangkan sebagai gerakan dari kaum yang mewakili buruh. 


Sementara lambang arit dimaknai sebagai perwakilan dari para petani.


Palu dan arit yang saling menyilang inilah yang dimaknai sebagai solidaritas bersatunya antara kaum buruh dan petani.


Awal mula kemunculan lambang yang kini dilarang di berbagai negara ini konon bermuara dari Revolusi Bolshevik (Rusia) di tahun 1917.


Ini Alasan Palu-Arit Jadi Lambang PKI, Berasal dari Negara Besar Ini


Bolshevik sendiri merupakan fraksi mayoritas dalam Partai Pekerja Sosial-Demokrat Rusia (RSDRP) yang muncul menjelang Revolusi Rusia untuk menggulingkan pemerintahan Kekaisaran Rusia.


Revolusi yang dikenal juga sebagai Revolusi Sosialis Oktober Besar ini bagian dari geraka yang dilakukan oleh pihak komunis Rusia, di bawah pimpinan Vladimir Ilyich Ulyanov alias Lenin.


Kala itu, orang-orang yang berhaluan pada gerakan Bolshevik tak lain merupakan kelompok garis keras yang memandang perubahan harus dicapai dengan senjata (perang).


Akhirnya melalui Revolusi Oktober 1917, Bolshevik berhasil mengambil alih pemerintahan Rusia dari Menshevik. 


Dalam perkembangannya, Bolshevik terbukti menjadi cikal bakal Partai Komunis Uni Soviet.


Kemudian sekitar tahun 1922, tentara Rusia yang biasa dikenal tentara merah meresmikan simbol palu dan arit yang menyilang sebagai lambang partai politik. 


Nah simbol inilah yang kemudian juga diadopsi ke dalam bendera negara Uni Soviet.


Perkembangan Paham ‘Palu dan Arit’ di Nusantara


Meski awal mulanya berkembang di Rusia, paham komunisme akhirnya masuk ke tanah air dan mulai berkembang pada awal abad ke-20.


Paham kiri itu pertama kali dikenalkan ole Henk Sneevlit. Mulanya, ia mendirikan Indische Sociaal-Democratsche Vereninging (ISDV).


Barulah di tahun 1920 ISDV yang sebelumnya berbahasa Belanda mengganti namanya menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI).



Dalam sejarah perjalanan di Indonesia PKI dua kali melakukan pemberontakan yang semuanya berujung pada kegagalan. Pemberontakan pertama terjadi pada tahun 1926 di Jawa Tengah dan Sumatera Barat. 


Namun, pemberontakan yang bertujuan menumbangkan kekuasaan kolonial gagal. Akhirnya pemerintah kolonial Hindia Belanda secara resmi melarang keberadaan PKI.


Kemudian pemberontakan kedua terjadi pada tahun 1948 dan juga mengalami kegagalan. Saat itu, dedengkot PKI Muso baru kembali dari Moskwa (Uni Soviet). 


Begitu tiba di tanah air, ia segera menjalin koalisi dengan Amir Sjarifuddin yang juga mantan Menteri Pertahanan (Menhan).


Madiun, Jawa Timur dipilih sebagai pusat komando komunis di Indonesia. Namun, lagi-lagi pemberontakan tersebut behasil di padamkan pemerintahan Indonesia.


Walhasil dalam pemberontakan tersebut, pentolan PKI kala itu, Muso tewas dalam baku tembak dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sedangkan sebelas pimpinan PKI termasuk Amir Sjarifuddin tewas dieksekusi.


Uniknya dalam pemilu tahun 1955 PKI berhasil mendulang suara cukup tinggi. 


Kala itu partai berlogo palu dan arit ini berada di posisi keempat setelah Partai Nasional Indonesia (PNI), Masyumi, dan Nahdlatul Ulama (NU).




Dalam waktu singkat PKI berkembang dengan pesat di Indonesia. Indonesia menjadi negara komunis terbesar ketiga di dunia setelah Uni Soviet dan China.


Kebesaran PKI hanya berlangsung selama 10 tahun saja. Pada tanggal 30 September 1965 tujuh jenderal TNI AD dan beberapa perwira TNI lainnya ditemukan tewas diberondong peluru.


Setelah peristiwa tersebut, PKI dituding sebagai dalang di balik pembunuhan para jenderal. Dalam waktu singkat PKI segera dibersihkan dari kehidupan politik, sosial dan dinyatakan sebagai partai terlarang. [Democrazy/hops]