Heboh Vandalisme Bertuliskan 'Yesus' di Rumah Ustadz | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 29 September 2021

Heboh Vandalisme Bertuliskan 'Yesus' di Rumah Ustadz

Heboh Vandalisme Bertuliskan 'Yesus' di Rumah Ustadz

Heboh Vandalisme Bertuliskan 'Yesus' di Rumah Ustadz

DEMOCRAZY.ID - Sebuah vandalisme bertuliskan kata Yesus di dinding rumah seorang ustaz di Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial. 


Kendati demikian, tulisan vandalisme yang bertuliskan Yesus disertai lambang salib tersebut telah dihapus oleh sang pemilik rumah. 


Namun, foto tersebut terlanjur viral dan beredar di media sosial. 


Atas kejadian tersebut, Majelis Ulama Indonesia, atau MUI lantas angkat bicara.


MUI kemudian mengimbau kepada seluruh warga masyarakat agar tidak mudah terpancing dan terprovokasi atas kejadian itu. 


Ketua MUI Kabupaten Sukabumi, Oman Komarudin meminta warga khususnya umat muslim tenang.


“Kami menghimbau khususnya kepada umat muslim, jangan sampai terprovokasi dan menjadikan situasi panas,” ujar Oman Komarudin, Selasa, 28 September 2021. 


Oman kemudian menambahkan, untuk persoalan tersebut MUI telah menyerahkan insiden itu kepada pihak berwajib. 


“Jangan sampai kita terpancing, lebih baik kita serahkan kepada Polisi yang saat ini tengah melakukan penyelidikan,” tuturnya.


Oman melanjutkan, MUI Kabupaten Sukabumi akan segera berkoordinasi dengan aparat setempat dan unsur terkait didalamnya upaya mencari titik terang persoalan. 


“Segera akan kita tindak lanjuti dengan meminta keterangan kepada pemilik rumah, dan koordinasi dengan pihak Kepolisian.” pungkasnya. 


Sebagai informasi, rumah ustaz Encep dicoret-coret gambar salib dan tulisan yesus oleh pelaku yang hingga kini belum diketahui. 


Foto-foto tulisan ditembok rumah ustadz Encep ini menyebar cepat di sejumlah grup whatsapp warga. Kapolsek Caringin Iptu Syarifudin membenarkan aksi vandalisme tersebut. 


Menurutnya, coretan itu sore tadi sudah dihapus oleh warga sekitar. [Democrazy/terkini]