Haris Azhar Akhirnya Buka Suara Soal Disebut Minta Saham Freeport ke Luhut | DEMOCRAZY News | Media Informasi Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 30 September 2021

Haris Azhar Akhirnya Buka Suara Soal Disebut Minta Saham Freeport ke Luhut

Haris Azhar Akhirnya Buka Suara Soal Disebut Minta Saham Freeport ke Luhut

Haris Azhar Akhirnya Buka Suara Soal Disebut Minta Saham Freeport ke Luhut

DEMOCRAZY.ID - Aktivis HAM Haris Azhar membantah tudingan pengacara Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Juniver Girsang soal permintaan saham PT Freeport.


"Emangnya saya siapa minta saham Freeport? Kalau ada dokumentasi bukti saya minta saham tersebut atau yang dimaksud, mohon disampaikan, jangan asal bicara," kata Haris saat dihubungi, Kamis (30/9).


Lebih lanjut, Haris mengaku bahwa memang sempat mengunjungi Kantor Kemenko Marves. 


Namun, saat itu, kedatangannya ke Kemenko Marves untuk membantu Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) masyarakat adat sekitar wilayah tambang Freeport Indonesia. 


"Sejak divestasi Freeport Indonesia ke Inalum, mereka (masyarakat adat) dijamin alokasi sahamnya, tapi sampai saat ini tidak jelas ke mana saham tersebut," kata Haris.


Diketahui, pada pertengahan 2018, pemerintah melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) resmi menggenggam 51 persen saham PT Freeport Indonesia. 


Menteri BUMN saat itu Rini Soemarno menyatakan Pemerintah Daerah Papua dan Kabupaten Mimika akan mendapatkan 10 persen dari saham Freeport Indonesia. 


Dari 10 persen saham pemda Papua tersebut dibagi menjadi 7 persen untuk Kabupaten Mimika termasuk di dalamnya untuk hak ulayat (hukum adat), dan 3 persen untuk Provinsi Papua.


Menurut Haris, saat itu ia tidak bertemu Luhut, melainkan salah satu pejabat Kemenko Marves yaitu Staf Khusus Bidang Hukum Menko Kemaritiman Lambok Nahattands.


"Waktu itu yang menemui adalah Pak Lambok, salah satu pejabat di Menko Marves. Bukan LBP yang temui kami. Dokumen saya lengkap soal ini semua. Dan sampai saat ini tidak diketahui apa kontribusi kantor Marves untuk soal saham masyarakat adat yang belum tuntas tersebut," ungkapnya.


"So, statement kuasa hukum LBP tidak tepat kalau menuduh saya minta saham," kata dia menambahkan.


Pengacara Luhut, Juniver Girsang sebelumnya menuding Haris sempat meminta saham Freeport ke Luhut. 


Hal itu ia katakan saat menjadi salah satu narasumber di tayangan Mata Najwa, Rabu (29/9).


Juniver mengatakan tudingan itu untuk memberi konteks terkait hubungan kedekatan antara Haris dengan Luhut.


Haris Azhar pun pernah datang ke Luhut minta saham. Coba dicek sama dia (Haris Azhar), Freeport. 


Apa ceritanya, tanya beliau, artinya apa," kata Juniver dalam tayangan tersebut. [Democrazy/cnn]