Geger! Oknum Dokter Semarang Terekam CCTV Masukkan Sperma ke Makanan Istri Teman Lalu Lakukan ‘Ini’ | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 11 September 2021

Geger! Oknum Dokter Semarang Terekam CCTV Masukkan Sperma ke Makanan Istri Teman Lalu Lakukan ‘Ini’

Geger! Oknum Dokter Semarang Terekam CCTV Masukkan Sperma ke Makanan Istri Teman Lalu Lakukan ‘Ini’

Geger! Oknum Dokter Semarang Terekam CCTV Masukkan Sperma ke Makanan Istri Teman Lalu Lakukan ‘Ini’

DEMOCRAZY.ID - Publik dikejutkan dengan viralnya seorang oknum dokter Semarang yang terekam kamera CCTV tengah memasukkan sperma diam-diam ke makanan teman.


Diketahui bahwa oknum dokter tersebut kini sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di sebuah Universitas ternama di Kota Semarang.


Secara mengejutkan, ia ternyata melakukan kekerasan seksual terhadap seorang perempuan yang tak lain adalah istri temannya sendiri.


Kekerasan seksual yang dilakukan oknum tersebut berupa mencampurkan sperma ke dalam makanan milik korban.


“Kasus ini terjadi di rumah kontrakan yang dihuni oleh korban dan suaminya serta pelaku,” papar pendamping korban dari LRC-KJHAM, Nia Lishayati, saat dihubungi.


Nia menjelaskan, ia menerima rujukan kasus kekerasan seksual yang didugadilakukan oleh oknum dokter pada 14 Januari 2021 lalu.


Korban dan pelaku bisa satu kontrakan bermula saat korban menemani suaminya yang tengah menempuh PPDS di sebuah Universitas di Semarang mulai tahun 2018.


Mereka sepakat untuk menyewa satu rumah untuk ditempati bersama dengan tujuan menghemat biaya sewa rumah yang mahal.


Mereka pun akhirnya tinggal satu rumah kontrakan yang isinya terdiri dari korban, suaminya, serta pelaku.


Dalam perjalannya, setahun kemudian atau tahun 2019, korban dan suaminya sempat meminta pelaku untuk mengontrak rumah sendiri atau sebaliknya.


Namun, rupanya pelaku yang merupakan oknum dokter Semarang itu keberatan dengan alasan keberatan biaya.


“Pelaku sebenarnya sudah beristri dan memiliki anak. Namun, mereka tak dibawa ke Semarang,” bebernya.


Ia menyebut bahwa kejadian tersebut diduga dilakukan oleh pelaku sejak bulan Oktober 2020 silam.


Korban curiga dengan tudung saji makanan milik korban yang selalu berubah posisi. 


Tak hanya itu, makanan juga berubah bentuk berupa bekas diaduk serta warnanya berbeda.


Lantaran penasaran, korban berinisiatif untuk merekam kejadian di sekitar ruangan tersebut menggunakan Ipad yang disembunyikan.


Korban ingin tahu mengapa makanannya sering berubah bentuk dan penutup makanan berubah posisi.


Awalnya, ia menduga hal itu karena ulah kucing. 


Namun, selepas menengok video, korban syok lantaran tampak jelas ketika ia sedang mandi, pelaku justru mendekati ventilasi jendela kamar mandi korban.


Mengejutkannya, pelaku kemudian melakukan onani dan mencampurkan spermanya ke makanan korban.


“Padahal makanan itu dimakan korban dan suaminya. Dugaan aksi pelaku sudah lama. Bayangkan korban dan suaminya memakan makanan campuran sperma dalam waktu cukup lama.”


Dampak dari tindakan tersebut, sebut Nia, korban mengalami trauma berat, gangguan makan, gangguan tidur, dan gangguan emosi.


Sejak bulan Desember 2020 sampai hari ini, korban pun harus minum obat anti depresan yang diresepkan psikiatri.


Korban juga harus melakukan pemeriksaan dan mengonsumsi obat anti depresan selama minimal beberapa bulan ke depan.


Selain ke psikiatri, korban pun melakukan pemulihan psikologis ke psikolog dan berisiko mengalami masalah kesehatan akibat mengkonsumsi sperma yang tidak seharusnya dikonsumsi oleh manusia.


“Cairan sperma tersebut bisa mengandung bakteri ataupun virus yang suatusaat nanti bisa menjadi penyakit atau menjadi pencetus suatu penyakit.”


Ia melanjutkan, pelaku telah melakukan kekerasan terhadap perempuan, sebagaimana rekomendasi Umum PBB Nomor 19 tentang Kekerasan Terhadap Perempuan. [Democrazy/trb]