Dianggap Merendahkan Pesantren, Postingan Diaz Hendropriyono Ini Tuai Kritikan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 14 September 2021

Dianggap Merendahkan Pesantren, Postingan Diaz Hendropriyono Ini Tuai Kritikan

Dianggap Merendahkan Pesantren, Postingan Diaz Hendropriyono Ini Tuai Kritikan

Dianggap Merendahkan Pesantren, Postingan Diaz Hendropriyono Ini Tuai Kritikan

DEMOCRAZY.ID - Staf khusus Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono, menuai kontroversi karena dianggap melecehkan pesantren melalui postingannya di Instagram.


Dalam video yang Diaz unggah di akun Instagramnya, tampak sekelompok santri yang sedang menunggu giliran divaksin, menutup telinga ketika mendengar musik. 


Usai menayangkan santri tersebut, video tersebut kemudian menampilkan sekelompok pria berjubah putih atau gamis sedang menari diiringi alunan musik.


"Sementara itu... kasian dari kecil sudah diberikan pendidikan yang salah. There's nothing wrong to have a bit of fun!" tulis Diaz dalam postingannya yang diunggah 1 hari lalu itu.



Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyayangkan postingan Diaz tersebut. 


Ia menyebut pesantren merupakan tempat menuntut ilmu dan menguatkan iman. 


Sehingga banyak sekali sumbangsih pesantren bagi pembangunan bangsa.


"Termasuk bagi usaha kemerdekaan Indonesia. Pernyataan apalagi dari orang di lingkaran Pak Jokowi yang terkesan merendahkan pesantren [santri] adalah tindakan yang tidak bisa dibenarkan," kata Mardani kepadawartawan, Selasa (14/9).


Mardani yang juga Anggota Komisi II DPR ini meminta agar tak membandingkan budaya pesantren di Indonesia dan negara lain.


"Jangan bandingkan budaya pesantren kita dengan yang ada di negara lain. Para ulama suah membuat budaya pesantren kita sangat lokal," tegasnya.


Mardani juga mengimbau umat Islam tak terprovokasi atas postingan Diaz.


"Umat Islam jangan terprovokasi dengan pernyataan yang menyudutkan pesantren. Cukup buktikan dengan prestasi," pungkas Mardani.


Sementara, Diaz Hendropriyono tak merespons telepon maupun pesan singkat dari tim redaksi untuk meminta penjelasan soal postingan yang memicu kontroversi itu. [Democrazy/kmp]