Desak Jokowi Sikapi Pemecatan Pegawai KPK, Mahasiswa Jogja: Hancur Hati Ini Melihat Penindasan & Pembodohan Sistematik! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 26 September 2021

Desak Jokowi Sikapi Pemecatan Pegawai KPK, Mahasiswa Jogja: Hancur Hati Ini Melihat Penindasan & Pembodohan Sistematik!

Desak Jokowi Sikapi Pemecatan Pegawai KPK, Mahasiswa Jogja: Hancur Hati Ini Melihat Penindasan & Pembodohan Sistematik!

Desak Jokowi Sikapi Pemecatan Pegawai KPK, Mahasiswa Jogja: Hancur Hati Ini Melihat Penindasan & Pembodohan Sistematik!

DEMOCRAZY.ID - Lembaga Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Indonesia (LEM UII) Jogjakarta mendatangi Jakarta untuk menyampaikan aspirasi. 


Mereka melakukan aksi solidaritas terhadap pemecatan pegawai KPK di Kantor Darurat Pemberantasan Korupsi dan mendesak Presiden Jokowi bertindak. 


Mereka dengan tegas menolak pemecatan terhadap 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 


Kepala Bidang Advokasi dan Jaringan LEM UII, Salsabella Sania Putri, mengatakan bahwa kezaliman korupsi sudah sangat masif dan wajib diberantas. 


Sejak 2019 lalu, Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo alias Jokowi dinilai enggan mendengarkan aspirasi masyarakat. 


“Hal ini justru bertentangan dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 untuk mensejahterakan rakyat,” kata Salsabella dalam keterangannya pada Minggu, 26 September 2021.


Ia juga mengaku sengaja datang ke Jakarta untuk ikut dalam gerakan antikorupsi agar Presiden Jokowi mau bersikap dan membatalkan pemecatan pegawai KPK. 


Sementara itu, Ketua Umum LEM UII, Sultan Salahudin, dalam orasinya membaca doa dukacita dan menyatakan bahwa rasa keadilan dan kemanusiaan telah wafat. 


Ia menyebut, LEM UII adalah barisan bergenderang yang tak membawa palu, tetapi membawa kepercayaan sebagai tanda menyerbu. 


“Hancur hati ini kawan-kawan telah terjadi penindasan dan tindakan yang amoral ketidakadilan dan pembodohan secara sistemik,” papar Sultan. 


Ia kemudian meminta Presiden Jokowi untuk membuka mata dan bersikap atas hampir matinya KPK. 


“Kami memohon kepada Presiden Jokowi, tolong tindaklah hal yg membunuh keadilan, batalkanlah pemecatan 57 pegawai KPK,” pungkas Sultan. [Democrazy/terkini]