Balas Sindiran Denny Siregar, Febri Diansyah: Jangan Samakan Kami dengan BuzzeRp Penerima Gaji Rutin Hasil Tebar Hoaks! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 25 September 2021

Balas Sindiran Denny Siregar, Febri Diansyah: Jangan Samakan Kami dengan BuzzeRp Penerima Gaji Rutin Hasil Tebar Hoaks!

Balas Sindiran Denny Siregar, Febri Diansyah: Jangan Samakan Kami dengan BuzzeRp Penerima Gaji Rutin Hasil Tebar Hoaks!

Balas Sindiran Denny Siregar, Febri Diansyah: Jangan Samakan Kami dengan BuzzeRp Penerima Gaji Rutin Hasil Tebar Hoaks!

DEMOCRAZY.ID - Mantan Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah membalas pegiat media sosial, Denny Siregar yang menyindirnya soal diangkat menjadi Jubir “KPK Darurat”. 


Dalam balasannya Febri Diansyah menyinggung soal buzzer yang mendapat gaji rutin dengan cara menebar hoax. 


Hal itu karena Denny Siregar menyindir bahwa Febri Diansyah sebagai Jubir “KPK Darurat” mungkin belum mendapatkan gaji.


“Alhamdulillah, selamat ya kang febridiansyah,” kata Denny melalui akun Twitter-nya pada Sabtu,25 September 2021. 


Setidak-tidaknya ada kerjaanlah, meski mungkin belum ada gajian,” lanjutnya. 


Host Cokro TV itu juga menyemangati Febri Diansyah dan menyebutkan sebuah pepatah yang berbunyi “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian”. 


“Bersakit-sakit dahulu, berenang kemudian,” kata Denny Siregar.


Menanggapi itu, Febri Diansyah menyatakan rasa syukur karena ia bisa tetap menjaga semangat antikorupsi di tengah kebusukan yang mengepung. 


“Beda memang dengan buzzer yang gajian rutin dari menebar hoax, mas,” katanya. 


Sebelumnya, Febri Diansyah dilantik menjadi juru bicara kantor darurat pemberantasan korupsi.


Kantor itu dibuat masyarakat sipil sebagai bentuk kekecewaan dengan kinerja KPK dan pemecatan 57 pegawai lewat tes wawasan kebangsaan. 


Sekedar informasi, Kantor Darurat itu buka setiap hari Selasa dan Jumat. 


Di kantor itu, masyarakat bisa menitipkan surat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai masalah pemberantasan korupsi dan pemecatan pegawai. [Democrazy/terkini]