HMI Pimpinan Abdul Muis Beberkan 5 Dosa Jokowi, Salah Satunya Pembungkaman Pendapat | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 05 Agustus 2021

HMI Pimpinan Abdul Muis Beberkan 5 Dosa Jokowi, Salah Satunya Pembungkaman Pendapat

HMI Pimpinan Abdul Muis Beberkan 5 Dosa Jokowi, Salah Satunya Pembungkaman Pendapat

HMI Pimpinan Abdul Muis Beberkan 5 Dosa Jokowi, Salah Satunya Pembungkaman Pendapat

DEMOCRAZY.ID - Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Pimpinan Abdul Muis Amiruddin membongkar lima dosa Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Lima dosa Jokowi tersebut dibeberkan HMI Pimpinan Muis sebagai respons menjelang dua tahun kepemimpinan Jokowi.


“Pertama, sengkarut penanganan covid-19 dan ketiadaan kebijakan transisi,” ujar Muis, Kamis 5 Agustus 2021.


Muis juga menyoroti alokasi dana anggaran yang fantastis untuk pandemi, tetapi tidak dibarengi oleh transparansi.


Selain itu, kata Muis, kebijakan yang dijalankan Jokowi sering kali membuat rakyat panik dan belum siap.


“Kedua, pengkerdilan ruang sipil, ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan akademik,” tuturnya.


Penanggung Jawab PB HMI ini juga mengungkap sejumlah pasal, misalnya Peraturan Menteri Nomor 5 Tahun 2020 yang membuat pembuat konten dirugikan tanpa kepastian pelanggaran pemuatan konten.


Tak hanya itu, ia juga menyoroti adanya pembentukan polisi siber yang mengarah pada isu kritisme terhadap pemerintah.


Adapun dosa Jokowi yang ketiga, lanjut Muis, yakni political will dan semangat anti korupsi yang semakin dipertanyakan.


Hal itu, menurut Muis, berdasarkan laporan Transparancy International Indonesia yang mengemukakan bahwa indeks persepsi korupsi Indonesia mengalami penurunan dari 40/100 menjadi 37/100.


“Keempat, UU Cipta Kerja yang mengorbankan hak-hak buruh,” lanjutnya.


Menurutnya, dalam masa pandemi ini UU Ciptaker tersebut justru membenani hak-hak buruh dalam berbagai aspek.


Sementara dosa Jokowi yang kelima menurut Pimpinan PB HMI itu yakni pelanggaran Hak Asasi Manusia dan rasisme.


“Pelanggaran HAM pun terjadi di berbagai bidang. Mulai dari masyarakat, jurnalis, aktivis, hingga mahasiswa mengalami pembungkaman dan intimidasi,” ujarnya. [Democrazy/pdk]