Wow! Boyamin Saiman Ungkap Ditawari Uang 'Tutup Mulut' hingga Rp37 Miliar, Ada Dua Kasus Korupsi Besar Ini | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 07 Agustus 2021

Wow! Boyamin Saiman Ungkap Ditawari Uang 'Tutup Mulut' hingga Rp37 Miliar, Ada Dua Kasus Korupsi Besar Ini

Wow! Boyamin Saiman Ungkap Ditawari Uang 'Tutup Mulut' hingga Rp37 Miliar, Ada Dua Kasus Korupsi Besar Ini

Wow! Boyamin Saiman Ungkap Ditawari Uang 'Tutup Mulut' hingga Rp37 Miliar, Ada Dua Kasus Korupsi Besar Ini

DEMOCRAZY.ID - Tidak hanya teror dan ancaman, sejumlah aktivis juga kerap diiming-imingi uang dalam jumlah fantastis agar mau menghentikan pembongkaran sebuah kasus.


Seperti Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman yang mengaku baru saja memecahkan rekor tawaran mencapai puluhan miliar rupiah sebagai imbalan untuk menghentikan pembongkaran kasus.


Akan tetapi, dia tidak mengungkapkan kasus apa yang diminta dibongkar hingga mendapatkan penawaran sebesar itu.


“Terakhir saya baru saja memecahkan rekor, tawaran itu di angka sampai Rp75 miliar dibagi dua, berarti ya sekitar Rp37 miliar lah, kira-kira segitu,” kata Boyamin Saiman, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Najwa Shihab, Sabtu, 7 Agustus 2021.


Sementara pada zaman pembongkaran kasus KTP elektronik atau e-KTP, dia mengaku mendapat tawaran belasan miliar rupiah.


“Kalau dulu jaman e-KTP misalnya 1 juta USD, itu kan berarti ya sekitar Rp12 miliar atau Rp14 miliar itu dari oknumnya,” ujar Boyamin Saiman.


Belum cukup sampai di situ, dia juga mengaku ditawari sejumlah uang terkait kasus Djoko Tjandra kemarin.


“Terus kalau yang terkait Djoko Tjandra kemarin kan, yang bisa saya buktikan itu saya serahkan ke KPK itu kan Rp1 miliar lebih,” ucap Boyamin Saiman.


Dia menambahkan bahwa aksi ‘teror’ dengan diiming-imingi sejumlah uang telah terjadi sejak tahun 2017 lalu.


“Pada posisi sekarang saya, sejak tahun 2017 lah, tawaran itu, teror itu bentuk uang saja sih untuk berdamai supaya tidak saya bongkar, gitu-gitu aja sih,” kata Boyamin Saiman.


Bahkan, dia mengaku sudah terlalu sering menolak orang yang meminta untuk bertemu terkait kasus korupsi bantuan sosial (bansos).


Boyamin Saiman mengungkapkan ada beberapa tim yang ingin menemuinya, lantaran dia menggugat praperadilan ‘mangkraknya’ izin penggeledahan.


“Dan terlalu sering saya menolak orang minta ketemu dalam kasus bansos itu ada beberapa tim yang mau ketemu saya, saya tidak mau karena waktu itu saya gugat praperadilan atas mangkraknya izin penggeledahan misalnya,” tuturnya. [Democrazy/kmp]