VIRAL! Beredar Video Lurah di Tangerang Lakukan Pungli ke Anak Yatim Rp 250 Ribu | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

VIRAL! Beredar Video Lurah di Tangerang Lakukan Pungli ke Anak Yatim Rp 250 Ribu

VIRAL! Beredar Video Lurah di Tangerang Lakukan Pungli ke Anak Yatim Rp 250 Ribu

VIRAL! Beredar Video Lurah di Tangerang Lakukan Pungli ke Anak Yatim Rp 250 Ribu

DEMOCRAZY.ID - Sebuah video menampilkan kejadian praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh seorang lurah kepada anak yatim viral di media sosial.


Salah satunya diunggah oleh @info_ciledug dengan durasi 1 menit 55 detik pada Kamis (6/8) kemarin.


Berdasarkan informasi yang beredar, tindakan itu dilakukan oleh Lurah Paninggilan Utara, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. 


Ia meminta uang tanda tangan surat ahli waris sebesar Rp 250 ribu kepada anak yatim.


Menurut informasi yang dihimpun, pria yang merekam kejadian itu adalah paman dari korban tindakan pungli. 


Dia mendatangi kantor lurah dan menemui lurah untuk melakukan konfirmasi atas biaya tersebut.


"Ini mau tanda tangan surat keterangan ahli waris, katanya nggak bisa, udah? Hmm. Ini ada fee nya ya pak? Maksudnya apa fee-nya? Tadi bilangnya (si keponakan), mintanya Rp 250 ribu, ini buat apa maksudnya? Karena setahu saya ini gratis Pak. Bapak kan ibaratnya aparat, ini lagi kesusahan ini Pak. Ini masih kecil, butuh biaya, gratis gitu pak, jangan ada nominalnya. Ya seikhlasnya aja," kata sang paman dalam video itu.


"Ya sedikit aja ngasih duit dah. Ya udah seikhlasnya," ujar lurah dengan santai.


Dalam video itupun, sang paman akhirnya meminta keponakannya memberikan uang Rp 20 ribu.


Tim redaksi melakukan konfirmasi melalui Camat Ciledug, Syarifudin. 


Ia mengatakan pihaknya sudah mendapatkan laporan terkait kejadian pungli dan sudah melakukan pemanggilan kepada pelaku.


"Kita sudah lakukan pemanggilan, katanya cuma bercanda, tapi masih terus kita periksa dan mengetahui secara pasti kronologinya seperti apa. Sementara ini, kita sudah beri arahan kepada yang bersangkutan untuk tidak melakukan hal itu," ujarnya. [Democrazy/dtk]