Ternyata Begini Awal Mula Ryan Jombang Berubah Menjadi Pribadi Sadis, Gegara Sebuah Boneka Misterius | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Ternyata Begini Awal Mula Ryan Jombang Berubah Menjadi Pribadi Sadis, Gegara Sebuah Boneka Misterius

Ternyata Begini Awal Mula Ryan Jombang Berubah Menjadi Pribadi Sadis, Gegara Sebuah Boneka Misterius

Ternyata Begini Awal Mula Ryan Jombang Berubah Menjadi Pribadi Sadis, Gegara Sebuah Boneka Misterius

DEMOCRAZY.ID - Nama pembunuh sadis, Very Idham Heryansyah alias Ryan Jombang tengah menjadi perbincangan publik usai dianiaya pendakwah Habib Bahar bin Smith di Lapas Gunung Sindur.


Diketahui, Ryan Jombang divonis hukuman mati usai melakukan aksi pembunuhan berantai yang terbilang sadis.


Tercatat ada 11 korban yang dibunuh pria asal Jombang, Jawa Timur itu. Satu dimutilasi, dan 10 lainnya dikubur di halaman rumah orangtuanya.


Semasa kecil, pria berusia 43 tahun itu dikenal lingkungan sebagai sosok sangat sopan, ramah, dan tidak pernah bergaul dengan anak-anak nakal dikampungnya.


Ia juga diketahui berasal dari keluarga berkecukupan dan cerdas serta memiliki prestasi yang membanggakan.


Lantaran kepintarannya, Ryan Jombang bisa masuk ke SMP favorit dengan sangat mudah. 


Saat itulah Ryan menunjukkan kelainan dalam kesehariannya. 


Gaya bicaranya mulai berubah menjadi gemulai.


Kendati sering diejek oleh teman-teman sekolahnya, tapi Ryan tidak pernah menggubris hal itu bahkan dia tetap menjadi peringkat 1 semasa SMP.


Kepintarannya lantas memudahkan dia untuk masuk ke SMA favorit.


Ketika masuk SMA, Ryan Jombang mulai tidak betah sehingga dia hanya bertahan satu bulan saja. 


Dia kemudian berpindah-pindah dari SMA satu keSMA lainnya. 


Sampai akhirnya dia sekolah di Yogyakarta dan tamat pada tahun 1996 di Jombang.


Sikap Ryan Jombang menurut pengakuan orangtuanya berubah drastis ketika dia pulang bertamasya dari Yogyakarta.


Pada saat itu, Ryan yang masih kelas 3 SMP dan berkunjung ke Pantai Parangtritis dan menemukan sepasang boneka.


Sepasang boneka tersebut pernah dilihat sepupu dan kakak tirinya. 


Boneka yang perempuan lalu disimpan Ryan, sementara boneka lelaki disimpan temannya.


Usai menyimpan boneka perempuan itu, perubahan pun terus terjadi dalam diri Ryan Jombang. 


Dia bersikap semakin mirip dengan perempuan dan dia juga mengalami stress, sampai-sampai dia harus dirawat di rumah sakit selama dua minggu.


Ryan sempat mendapat perawatan dari seorang kiai. 


Oleh sang kiai, dia lalu diminta mengembalikan boneka tersebut ke Parangtritis.


Namun, setelah tahu boneka itu dikembalikan ke Parangtritis Ryan Jombang menjadi sangat marah dan berontak.


Bahkan, ketika pulang dari rumah sakit dia sempat mengejar ibunya dengan pisau dan mengancam mau membunuh ibunya. 


Setelah itu, sikap Ryan berubah drastis.


Memasuki usia dewasa, Ryan Jombang mulai mengajar mengaji. 


Tak disangka, saat itulah ia membunuh dengan sadis rekan prianya sesama guru ngaji.


Tak sampai di situ, beberapa lama kemudian korban aksi sadis Ryan bertambah menjadi 10 orang. 


Satu di antaranya balita berusia 3 tahun dan seorang wanita. [Democrazy/bkn]