Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Menolak Kritik, Mahfud MD: Kami Senang Kalau Ada Orang Kritis | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Menolak Kritik, Mahfud MD: Kami Senang Kalau Ada Orang Kritis

Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Menolak Kritik, Mahfud MD: Kami Senang Kalau Ada Orang Kritis

Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Menolak Kritik, Mahfud MD: Kami Senang Kalau Ada Orang Kritis

DEMOCRAZY.ID - Menko Polhukam Mahfud Md menyampaikan pemerintah tidak pernah menganggap mahasiswa yang kritis sebagai musuh. 


Menurutnya, sikap kritis mahasiswa tidak boleh dibungkam, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa.


Hal itu disampaikan Mahfud saat melakukan dialog virtual bersama para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta dalam rangka menjaga situasi kondusif politik, hukum, dan keamanan selama masa pandemi COVID-19, Kamis (5/8). 


Mahfud menjawab pertanyaan Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang Ahmad Ammarulah mengenai kebebasan berpendapat di era pandemi COVID-19.


"Kita tidak pernah menganggap mahasiswa yang kritis itu musuh pemerintah. Kita juga waktunya terbatas untuk ngurus negara. Yang akan meneruskan kita anak-anak yang kritis ini," kata Mahfud melalui keterangan tertulis, Jumat (6/8/2021).


"Sama sekali kita tidak boleh membungkam sikap kritis mahasiswa, dosen, dan lain sebagainya, tapi diarahkan untuk bertanggung jawab. Kalau ada orang kritis, itu saya senang karena mewakili hati nurani saya juga," sambungnya.


Mahfud menegaskan pemerintah tidak pernah menolak kritik. 


Dia mengatakan masukan dan kritik merupakan salah satu dasar dalam mengambil kebijakan untuk memperjuangkan kepentingan publik.


"Kita tidak menolak kritik sama sekali, jika tidak ada kritik, kita sulit mengambil kebijakan mengatasnamakan kepentingan publik," ujarnya.


Mahfud juga mengaku senang jika pihak kampus berdialog dengan mahasiswa yang kritis. 


Mahfud mengajak para pimpinan perguruan tinggi untuk memfasilitasi mereka yang kritis agar dapat berpikir rasional dan bertanggung jawab.


Dialog ini diikuti para rektor dari 820 perguruan tinggi. Hadir pula Mendikbud-Ristek Nadiem Makarim. [Democrazy/trb]