Tanggapi Pernyataan Rp11 Ribu Triliun, Elite PD: Kasihan Presiden Dikerjain Orang-Orang di Sekelilingnya! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Tanggapi Pernyataan Rp11 Ribu Triliun, Elite PD: Kasihan Presiden Dikerjain Orang-Orang di Sekelilingnya!

Tanggapi Pernyataan Rp11 Ribu Triliun, Elite PD: Kasihan Presiden Dikerjain Orang-Orang di Sekelilingnya!

Tanggapi Pernyataan Rp11 Ribu Triliun, Elite PD: Kasihan Presiden Dikerjain Orang-Orang di Sekelilingnya!

DEMOCRAZY.ID - Politisi Demokrat, Ricky Kurniawan menyinggung soal “prank” Rp11 ribu triliun yang sempat ramai dibicarakan menyusul “prank” sumbangan Rp2 triliun keluarga Akidi Tio.


Rocky Kurniawan menyindir bahwa ia kasihan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah dipermainkan oleh orang-orang di sekelilingnya.


Ia bahkan menyebut bahwa orang yang memberikan informasi sesat tersebut kepada Presiden seharusnya diperiksa oleh aparat layaknya anak Akidi Tio, Heriyanti yang diperiksa atas masalah sumbangan Rp2 triliun.


“Kasihan Presiden dikerjain oleh orang-orang sekelilingnya,” katanya melalui akun Twitter RicKY_KCh pada Kamis, 5 Agustus 2021.


Deputi Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat itu juga mengatakan bahwa jejak digital tidak akan bisa dihapus.


Bersama dengan pernyataannya, ia melampirkan potongan video Presiden Jokowi soal uang Rp11 ribu triliun yang disimpan di luar negeri.


“Di situ, dihitung ada Rp11 ribu triliun yang disimpan di luar. Di kantong saya, beda lagi, lebih banyak,” kata Jokowi dalam video tersebut.


Informasi Pemerintah menyimpan uang Rp11 ribu triliun di luar negeri ini telah dilabeli Menkominfo sebagai disinformasi.


Menkominfo melalui situs resminya pun mengakui bahwa Presiden Jokowi memang pernah menyinggung soal uang Rp11 ribu triliun. 


Akan tetapi, jumlah uang tersebut sebenarnya adalah nilai aset sejumlah Warga Negara Inodonesia (WNI), baik secara perorangan atau bukan, yang ada di luar negeri.


Jokowi saat itu memang berbicara dalam konteks kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak. 


Sebagai catatan, pengampunan pajak ini ditujukan kepada pihak-pihak yang menyimpan uang secara rahasia di sejumlah negara bebas pajak. 


Terkait itu, Jokowi berharap para pihak ini dapat mengungkapkan kepemilikan harta mereka di luar negeri dan memindahkannya ke dalam negeri. 


Kesimpulannya, terdapat kesalahpahaman atas informasi yang beredar bahwa Pemerintahan Jokowi lah yang memiliki dan menyimpan uang tersebut di luar negeri. [Democrazy/mdc]