Tanggapan Rocky Gerung Soal Elektabilitas Anies Baswedan Disebut Belum Mampu Tertandingi untuk Pilpres 2024 | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 29 Agustus 2021

Tanggapan Rocky Gerung Soal Elektabilitas Anies Baswedan Disebut Belum Mampu Tertandingi untuk Pilpres 2024

Tanggapan Rocky Gerung Soal Elektabilitas Anies Baswedan Disebut Belum Mampu Tertandingi untuk Pilpres 2024

Tanggapan Rocky Gerung Soal Elektabilitas Anies Baswedan Disebut Belum Mampu Tertandingi untuk Pilpres 2024

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menilai elektabilitas Anies Baswedan masih belum mampu tertandingi untuk Pilpres 2024 mendatang.


Rocky Gerung menilai Anies Baswedan merupakan ancaman bagi setiap kompetitornya karena mantan rektor Universitas Paramadina itu sangat konsisten dalam kebijakan-kebijakannya di Pemprov DKI Jakarta, khususnya terkait penanganan pandemi Covid-19.


"Anies ancaman karena hanya Anies yang selama ini konsisten dalam kebijakan pandemi terutama tuh. Dan orang melihat Anies tidak tergiur dengan undangan-undangan Istana yang seolah-olah berupaya membujuk dia untuk memperoleh kekuasaan," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 29 Agustus 2021.


Rocky Gerung menilai bahwa Anies Baswedan memiliki tingkat kematangan yang sangat luar biasa untuk berkompetisi di Pilpres 2024, meski dirinya tak pernah berniat untuk mencalonkan diri.


Karena kematangan yang dimiliki oleh Anies Baswedan itulah, Rocky Gerung berpendapat banyak kompetitornya melakukan segala cara untuk menjegal Anies Baswedan agar tidak dapat maju dalam Pilpres 2024.


"Jadi terlihat bahwa Anies tuh udah matang. Dan karena itu, penantang-penantangnya tinggal punya satu cara yaitu berupaya supaya tidak ada partai yang mencalonkan Anies tuh," ujarnya.


Meski demikian, Rocky Gerung memprediksi bahwa beberapa calon yang selama ini disebut-sebut akan menjadi kompetitor Anies Baswedan justru akan perlahan-lahan merapat berebut posisi sebagai calon partner Anies Baswedan pada awal tahun 2022 mendatang.


Menurutnya, partai politik pada akhirnya akan membutuhkan figur yang dapat membantu menaikkan tingkat elektabilitasnya.


"Pada waktunya nanti, saya hitung mungkin awal tahun depan semua calon akan mendekat pada Anies. Karena yang akhirnya diperlukan adalah figur yang bisa naikin elektabilitas partai-partai itu kan? Kan semua partai itu turun elektabilitasnya," katanya.


Karena elektabilitas merupakan kunci utama untuk meningkatkan peluang memenangi pemilu, Rocky Gerung memprediksi akan banyak partai politik yang nantinya akan merapat dengan Anies Baswedan tak terkecuali PSI.


Bahkan, dia juga mengatakan bahwa PSI nantinya juga akan melobi Anies Baswedan agar memperoleh subsidi dari Pemprov DKI.


"Jadi Anies tetap akan dirayu banyak partai dan sangat mungkin pada akhirnya PSI merayu-rayu Anies tuh supaya bisa dapat subsidi banyak dari pemerintah DKI kan sebagai partai lokal," ujar dia.


Rocky Gerung menilai, perencanaan politik berbasis elektabilitas yang dilakukan setiap partai politik merupakan hal yang wajar.


Akan tetapi, pengalaman pemilu sebelumnya menunjukkan bahwa popularitas menjadi senjata utama untuk memenangi kontestasi.


"Tapi keadaan ini baru bisa kita hitung atau bisa kita katakan dari sekarang, ini perencanaan politik yang normal yaitu berbasis elektabilitas. Padahal dalam kedaruratan, yang akan muncul tiba-tiba adalah moralitas yang ditopang oleh popularitas," tuturnya. [Democrazy/skp]