Tanggapan Opung Luhut Soal Bupati Banjarnegara Sebut Dirinya 'Menteri Penjahit' | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 24 Agustus 2021

Tanggapan Opung Luhut Soal Bupati Banjarnegara Sebut Dirinya 'Menteri Penjahit'

Tanggapan Opung Luhut Soal Bupati Banjarnegara Sebut Dirinya 'Menteri Penjahit'

Tanggapan Opung Luhut Soal Bupati Banjarnegara Sebut Dirinya 'Menteri Penjahit'

DEMOCRAZY.ID - Pernyataan Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono yang salah menyebut nama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan viral di media sosial. 


Budhi pun meminta maaf karena salah menyebut nama Luhut menjadi 'penjahit'.


Dalam potongan video viral itu, Bupati Budhi Sarwono melaporkan perihal perkembangan kasus COVID-19 di Desa Bawang, Kabupaten Banjarnegara pada Sabtu (21/8/2021). 


Saat itulah dia salah menyebut nama Luhut.


"Alhamdulillah Banjarnegara dulu BOR 99 persen, turunlah PPKM darurat. Saya baca aturannya sesuai saran Pak Presiden yang langsung ditindaklanjuti oleh Menteri Dalam Negeri. Dan dilaksanakan pada waktu itu rapat sama menteri siapa itu penjahit, yang orang Batak itu, ya pak penjahit. Dilaksanakan PPKM darurat sampai sekarang PPKM level 4, level 3 ternyata dengan adanya pembagian jaring pengaman sosial ini sangat efektif dan efisien," ujar Budhi dalam potongan video tersebut.


Saat dimintai konfirmasi, Budhi pun membenarkan video itu adalah dirinya. 


Dia meminta maaf kepada Luhut setelah menyebut dengan nama penjahit. 


Ia mengaku tidak hafal dengan nama panjang Menko Marinves tersebut.


"Mohon maaf kemarin saya menyebutkan Pak Pandjaitan, karena saya kurang hafal namanya panjang sekali. Ini sekarang saya baca, yang jelas bapak Menko Marinves, Bapak Luhut Binsar Pandjaitan, Itu yang menginstruksikan kepada gubernur, bupati, dan wali kota," kata dia.


Budhi juga mengaku tidak ada niatan untuk menghina salah satu menteri ataupun salah satu marga saat menyebut nama Luhut dengan nama penjahit.


"Kepada warga dari Tapanuli yang mempunyai marga Pandjaitan, pada waktu lalu saya sebutkan penjahit, karena saya tidak hafal marga dari warga Tapanuli. Tapi sekarang saya paham dan saya tulis. Kepada warga Tapanuli saya tidak punya niat yang jelek untuk menghina siapa saja. Ini karena keterbatasan saya, kemampuan saya dan kelemahan saya," ujar Budi.


Lalu bagaimana respons Luhut?


Juru bicara Menko Marves, Jodi Mahardi, menerima permintaan maaf Budhi itu. 


Dia mengapresiasi Budhi yang meminta maaf secara terbuka.


"Ya kalau sudah minta maaf tidak apa-apa, dimaafkan. Sekarang banyak pelaku sebar fitnah sana-sini ketika diminta membuktikan tidak bisa tetap tidak mau minta maaf. Kita apresiasi aja yang masih mau minta maaf," ujar Jodi saat dihubungi, Selasa (24/8).


Diketahui, awal video ini viral dari cuitan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean di akun Twitter miliknya pada Senin (23/8) pukul 06.08 WIB. 


Ferdinand menyertakan video Budhi dan menyebut Budhi tidak punya etika dan rasa hormat ke Luhut.


"Bupati Banjarnegara ini tidak punya etika sama sekali. Tidak punya rasa hormat kepada seorang Menteri yang mendapat tugas dari Presiden. Bukan hanya itu, tp Bupati ini melecehkan marga Panjaitan (Batak) menyebut marga itu dengan kata penjait. Kurang ajar..!," cuit Ferdinand saat itu. [Democrazy/dtk]