Takut Varian Delta, Pemerintah China Tolak Warga yang Pulang dari Luar Negeri Apalagi WNA | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 09 Agustus 2021

Takut Varian Delta, Pemerintah China Tolak Warga yang Pulang dari Luar Negeri Apalagi WNA

Takut Varian Delta, Pemerintah China Tolak Warga yang Pulang dari Luar Negeri Apalagi WNA

Takut Varian Delta, Pemerintah China Tolak Warga yang Pulang dari Luar Negeri Apalagi WNA

DEMOCRAZY.ID - Pemerintah China makin tegas pada warganya. 


Hal itu dilakukan untuk menjaga negara dari serangan Covid-19 varian delta.


China benar-benar mengantisipasi dengan mulai munculnya kasus Virus Corona varian delta.


Meski dikenal sebagai produsen vaksin Covid-19, China tak ingin mengalami nasib sama seperti di awal masa kemunculan virus Corona.


Pemerintah saking takutnya langsung memberlakukan larangan masuk wilayah Tiongkok untuk semua warganya yang berada di luar negeri dan warga negara asing (WNA).


Fakta baru terungkap dengan munculnya varian Delta. Pemerintah China langsung meresponnya dengan kembali memperketat pintu masuk ke wilayahnya terutama Ibu Kota Beijing.


Otoritas setempat mengonfirmasi 107 kasus baru pada Jumat, 6 Agustus 2021 lalu. Dengan aturan baru tersebut warga China yang saat ini berada di luar negeri dilarang pulang oleh pemerintah setempat.


"Mereka yang di luar Beijing berisiko tinggi. Kami peringatkan harus menunda kepulangan untuk sementara," kata pejabat lokal yang dilaporkan oleh Beijing Daily.


Sementara yang bepergian di wilayah dalam negeri diwajibkan selalu membawa dan memperlihatkan hasil tes negatif Covid-19.


"Dan yang lain dalam melakukan aktivitas di dalam negeri, harus memberikan tes Covid-19 negatif," ujarnya, dalam rincian pertemuan hari Sabtu.


Selain itu, otoritas setempat juga meminta langkah pencegahan epidemi di kereta api, jalan raya dan bandara semakin diperkuat.


China pun memberlakukan secara ketat pada tempat berkumpul di fasilitas umum termasuk tempat hiburan langsung ditutup.


Diberitakan Reuters, semua akses masuk Beijing ditangguhkan, termasuk jalur transportasi umum seperti bus Sejak 8 Agustus 2021.


Sementar untuk jalur ke luar area Beijing masih diperbolehkan. Kebijakan itu diambil untuk mencegah penyebaran virus Corona varian Delta ke Beijing.


Ketakutan China ini jadi tanda tanya. Karena selama ini mereka dikenal sebagai pembuat vaksin dan sudah menjualnya ke berbagai negara.


Seperti diketahui Vaksin Sinovac berbahan dasar virus Corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan (inactivated virus) telah selesai diuji klinis.


Sinovac ini dipasarkan di China, Indonesia, Brasil, Turki, hingga Chile. Vaksin Sinovac ini telah melampaui standar minimal 50 persen yang ditetapkan oleh WHO dan FDA.


Kemudian, China pun memiliki Vaksin Sinopharm yang berbahan dasar virus Corona yang dimatikan (inactivated virus).


Sinopharm ini sudah dipasarkan di China, Uni Emirat Arab, Maroko, Mesir, Bahrain, Jordan, Pakistan, Peru, hingga Argentina.


Cara kerja vaksin Sinopharm sama dengan vaksin Sinovac, yaitu memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi.


Vaksin ini juga telah melewati uji klinis fase 3 dan mendapatkan izin penggunaan darurat dari otoritas kesehatan di China dan Arab.


Sejauh ini, pemberian vaksin Sinopharm aman dan tidak menimbulkan efek samping yang serius. [Democrazy/pkr]