Soroti Penghapusan Data Kematian Covid, Elite PD: Beginilah Sulitnya Menghadapi Pemerintah yang Tak Jujur & Transparan! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Soroti Penghapusan Data Kematian Covid, Elite PD: Beginilah Sulitnya Menghadapi Pemerintah yang Tak Jujur & Transparan!

Soroti Penghapusan Data Kematian Covid, Elite PD: Beginilah Sulitnya Menghadapi Pemerintah yang Tak Jujur & Transparan!

Soroti Penghapusan Data Kematian Covid, Elite PD: Beginilah Sulitnya Menghadapi Pemerintah yang Tak Jujur & Transparan!

DEMOCRAZY.ID - Pemerintah Indonesia kembali membuat heboh masyarakat usai membuat keputusan menghapus angka kematian Covid-19 dari Indikator Penanganan Corona.


Keputusan penghapusan angka kematian Covid-19 itu, diumumkan langsung oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan pada konferensi pers, Senin 9 Agustus 2021.


Dalam konferensi pers tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan keputusan tersebut dilakukan karena adanya kesalahan dalam penginputan data kematian harian Covid-19.


Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, kesalahan penginputan data selama beberapa minggu ke belakang itu menimbulkan distorsi dalam penilaian.


Sehingga kesalahan itu membuat pemerintah memutuskan untuk mengeluarkan atau menghapus angka kematian Covid-19 dari Indikator Penanganan Corona.


"Evaluasi tersebut kami lakukan dengan mengeluarkan indikator kematian dalam penilaian karena kami temukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang sehingga menimbulkan distorsi dalam penilaian," ujarnya, Rabu 11 Agustus 2021.


Sementara itu, keputusan pemerintah yang menghapus atau mengeluarkan angka kematian Covid-19 itu mendadak jadi sorotan banyak pihak.


Banyak pihak yang mengkritik keputusan pemerintah yang menghapus angka kematian Covid-19 itu, termasuk salah satunya adalah politisi Partai Demokrat yakni Syahrial Nasution.


Melalui akun Twitter pribadinya, Syahrial Nasution yang tampak kecewa, menyinggung pemerintah yang dianggapnya tidak mampu berbuat jujur dan transparan.


"Memang sulit menghadapi pemerintahan yang tidak mampu jujur dan transparan," kata Syahrial Nasution.


Tak hanya itu, ia juga menyinggung soal pemerintah yang meminta bekerja sama, namun selalu berakhir dengan penolakan berbagai usulan.


Kekecewaan Syahrial Nasution sangat terlihat tatkala ia menyebut pemerintah selalu mengharapkan dukungan tetapi di sisi lain sangat anti terhadap kritikan.


"Meminta bekerjasama tp menolak usulan. Berharap dukungan tp anti kritikan," ungkapnya.


Oleh karena itu, Syahrial Nasution mengajak semua masyarakat supaya tidak mudah menyerah dalam hal mengungkap kebenaran.


Syahrial Nasution mengatakan bahwa kedepannya akan ada masa dimana kebenaran menemukan jalannya sendiri.


"Kita tidak boleh menyerah karena kebenaran akan menemukan jalannya," tegasnya.


Tak berhenti disitu, Syahrial Nasution kembali menyentil pemerintah yang disebutnya orang-orang pintar yang hilang kecerdasan.


Ia menegaskan bahwa dirinya sangat malu ketika melihat pemerintahan diisi oleh orang-orang pintar yang hilang kecerdasan itu.


"Sebagai bangsa, rasanya malu melihat orang2 pintar hilang kecerdasan," pungkasnya. [Democrazy/pkr]