Soroti Pemerintah Hobi Lakukan Manipulasi Data, Rocky Gerung: Cara Politik Istana untuk Memoles Diri Sendiri! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Soroti Pemerintah Hobi Lakukan Manipulasi Data, Rocky Gerung: Cara Politik Istana untuk Memoles Diri Sendiri!

Soroti Pemerintah Hobi Lakukan Manipulasi Data, Rocky Gerung: Cara Politik Istana untuk Memoles Diri Sendiri!

Soroti Pemerintah Hobi Lakukan Manipulasi Data, Rocky Gerung: Cara Politik Istana untuk Memoles Diri Sendiri!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung menyebut manipulasi data yang dilakukan pemerintah bisa memperburuk citra Indonesia di dunia internasional.


Rocky Gerung mengingatkan bahwa jejak digital akan selalu ada sehingga hal ini dapat berpengaruh terhadap citra Indonesia pada puluhan tahun yang akan datang.


"Data itu terus ada dalam dunia digital kita sehingga suatu waktu mungkin ada peneliti pandemi dunia mungkin 50 tahun sejak sekarang, mungkin ada seorang peneliti pandemi bilang bahwa Indonesia ada keajaiban karena nggak ada yang meninggal tapi penduduknya punah," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu, 11 Agustus 2021.


Rocky Gerung mengatakan, manipulasi data yang terus-menerus dilakukan pemerintah akan terungkap pada saatnya.


Dia juga mengatakan bahwa ketika pemerintah saat ini melakukan manipulasi data, nama Luhut Binsar Pandjaitan akan diingat dunia internasional sebagai engineer utama dalam extra-terrestrial problem.


"Sampai suatu waktu orang tau bahwa ini adalah hasil engineering (manipulasi), lalu orang nggak tertawa lagi. Jadi Pak Luhut mesti akan diingat orang 50 tahun depan sebagai engineer utama dalam extra-terrestrial problem," ujarnya.


Rocky Gerung mengungkapkan bahwa tindakan manipulasi data yang dilakukan oleh pemerintah merupakan bagian dari politik Istana untuk mencitrakan dirinya di tengah posisinya yang saat ini menjadi sorotan publik.


Rocky Gerung juga mengungkapkan bahwa pencitraan yang dilakukan oleh pemerintah benar-benar di luar batas kewajaran.


"Ini satu paket dengan cara Istana memoles dirinya tuh. Jadi ini satu paket dari politik pencitraan Istana yang terus-menerus memberi sinyal palsu dan internasional tentu paham, apalagi soal hutang, ekonomi tumbuh 7 persen tapi korporasi punya hutang sekian triliun, ini gila kan?," katanya.


Rocky Gerung mengingatkan agar pemerintah tidak terus menerus menciptakan kegaduhan dengan berbagai cara termasuk dengan manipulasi data.


Sebab, manipulasi data yang dilakukan pemerintah justru tidak dapat membuat masyarakat memahami persoalan yang sesungguhnya terjadi saat ini.


"Jadi bagaimana mungkin kita berupaya untuk memahami secara real problem kita kalau problem itu justru diinisiasi oleh Istana," ujar dia.


Rocky Gerung turut memberikan peringatan kepada pemerintah bahwa jika tindakan manipulasi data ini dilakukan terus-menerus akan menjadi bahaya besar bagi Indonesia di dunia internasional.


Buruknya kinerja Pemerintah Indonesia justru dapat menciptakan peluang bagi para spekulan untuk mempermainkan Indonesia seperti yang terjadi pada Krisis Finansial Asia 1998.


"Jadi satu paket yang berbahaya karena akan dipermainkan oleh pasar uang internasional, melihat korporasi gagal ya udah masuk segala macem spekulasi. Lalu biasa sama seperti 98, mumpung lagi jatuh terus dibeli itu, diakal-akalin, dijual lagi, asetnya minus," tuturnya. [Democrazy/pkr]