Soroti Maraknya Penghapusan Mural, Eks Jubir Presiden: Zaman Penjajahan Belanda Saja Gak Alergi Soal Grafiti! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 24 Agustus 2021

Soroti Maraknya Penghapusan Mural, Eks Jubir Presiden: Zaman Penjajahan Belanda Saja Gak Alergi Soal Grafiti!

Soroti Maraknya Penghapusan Mural, Eks Jubir Presiden: Zaman Penjajahan Belanda Saja Gak Alergi Soal Grafiti!

Soroti Maraknya Penghapusan Mural, Eks Jubir Presiden: Zaman Penjajahan Belanda Saja Gak Alergi Soal Grafiti!

DEMOCRAZY.ID - Mantan Juru Bicara Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Adhie Massardi menyoroti maraknya penghapusan mural yang dilakukan oleh aparat.


Adhie Massardi membandingkan maraknya mural di Indonesia saat ini dengan masa sebelum kemerdekaan.


Menurut Adhie Massardi, pada masa sebelum kemerdekaan, kolonial Belanda tidak pernah alergi terhadap maraknya mural dan grafiti.


"ALHAMDULILLAH di masa lalu penjajah Belanda tidak alergi mural dan grafiti," tulis Adhie Massardi, dikutip dari akun Twitter @AdhieMassardi, Selasa, 24 Agustus 2021.


Mantan Jubir Gus Dur itu mengungkapkan dengan tidak alerginya kolonial Belanda terhadap mural, maka para pejuang kemerdekaan Indonesia bisa dengan leluasa mengekspresikan suara masyarakat.


Adhie mengatakan mural dan grafiti yang dibuat oleh para pejuang kemerdekaan Indonesia itu ada di segala tempat yang memiliki bidang datar.


"Sehingga para pejuang Kemerdekaan RI bisa leuasa ngekspresikan "Soeara Rakyat" di dinding-dinding dan di mana saja bidang datar bisa dipakai," katanya.


Sambil menyindir, dia membandingkan dengan masa setelah kemerdekaan seperti sekarang ini.


Menurutnya, saat ini suara-suara masyarakat yang ada di dinding seolah menjadi menakutkan bagi orang-orang yang disebutnya sinting.


"Sungguh, suara-suara di dinding menakutkan orang-orang sinting," sindirnya.


Sebelumnya, banyak pihak yang berusaha mengekspresikan keresahannya melalui berbagai macam mural sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.


Mural yang terbaru menyeret Tenaga Ahli Staf Kantor Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin 504 Error.


Maraknya mural yang mengkritik pemerintah tersebut, juga disertai dengan maraknya penghapusan mural yang dilakukan oleh aparat beberapa waktu belakangan ini.


Mulai dari penghapusan mural 'Tuhan Aku Lapar', 'Dipaksa Sehat di Negara yang Sakit', 'Wabah Kelaparan', dan Mural 'Jokowi 404: Not Found'.


Banyaknya penghapusan mural tersebut dinilai oleh sejumlah pihak sebagai bentuk pembungkaman terhadap kebebasan berpendapat dan berekspresi di Indonesia. [Democrazy/pkr]