Soal Tak Harmonisnya Hubungan Jokowi-Mega, Rocky Gerung: Para Buzzer Kehilangan Pendapatan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Minggu, 08 Agustus 2021

Soal Tak Harmonisnya Hubungan Jokowi-Mega, Rocky Gerung: Para Buzzer Kehilangan Pendapatan

Soal Tak Harmonisnya Hubungan Jokowi-Mega, Rocky Gerung: Para Buzzer Kehilangan Pendapatan

Soal Tak Harmonisnya Hubungan Jokowi-Mega, Rocky Gerung: Para Buzzer Kehilangan Pendapatan

DEMOCRAZY.ID - Pengamat Politik Rocky Gerung menilai tidak harmonisnya hubungan Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Jokowi berdampak pada pendapatan para buzzer istana.


Menurut Rocky Gerung perseteruan antara Megawati dan Presiden Jokowi mesti dianggap persoalan yang betul-betul elitis.


"Dan terakhir sibuk dalam upaya mencari selamat dari pandemi. Ini juga membuat buzzer ini kehilangan pendapatan," ungkapnya dalam Channel YouTube Rocky Gerung Official, Minggu 8 Agustus 2021.


Terkait dengan itu, kata Rocky Gerung, selama para petinggi partai penguasa berkelahi dipastikan buzzer atau para pendengung istana tidak diurus.


"Karena itu dia diurus oleh coro-coro inikan," ungkap Rocky Gerung menyindir petinggi di Istana Kepresidenan.


Rocky Gerung menyarankan dalam perseteruan ini, seharusnya PDIP berani bersikap tegas dengan menarik menteri-menterinya.


"Itu baru terlihat ada oposisi yang otentik. Kan ini cuma mindahin politik dari minta Mahyudin turun dan minta Zainudin turun sama juga, sama juga kan dari Mahyudin ke Zainudin," ungkap Rocky Gerung, berkelakar.


Jadi sebetulnya, kata Rocky Gerung, inspirasi untuk bersikap tegas terhadap pemerintahan Presiden Jokowi itu sudah ada di Malaysia yang berani menarik menteri-menterinya.


"Gitu aja seharusnya PDIP, kalau masih segan soal menteri, tarik semua komisaris (kader-kader) PDIP di BUMN, itu baru rakyat boahhhh itu baru bener nih PDIP mau bersama-sama rakyat," ungkapnya.


Menurutnya, selama kader-kader PDIP masih bertebaran di posisi komisaris pada lembaga negara dan BUMN, maka rakyat tidak akan percaya keseriusan untuk beroposisi pada pemerintahan Jokowi.


"Jadi begitu kira-kira akal sehat publik begitu," ungkapnya.


Sekadar diketahui memanasnya hubungan Megawati dan Presiden Jokowi itu semakin terlihat jelas, khususnya terkait penanganan COVID-19.


Presiden Jokowi memiliki kecenderungan mesra dengan Partai Golkar dan kurang melibatkan PDIP diantaranya menunjuk Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Kordinator PPKM Darurat hingga Level 4 wilayah Jawa-Bali.


Tak hanya itu, tampak juga Presiden Jokowi memiliki kedekatan emosional dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang dikabarkan juga sedang berseteru dengan Ketua DPR RI Puan Maharani. [Democrazy/bsk]