Singgung Utang Warisan Jokowi, MS Kaban: MPR Masih Tak Mau Minta Pertanggungjawaban Presiden? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 28 Agustus 2021

Singgung Utang Warisan Jokowi, MS Kaban: MPR Masih Tak Mau Minta Pertanggungjawaban Presiden?

Singgung Utang Warisan Jokowi, MS Kaban: MPR Masih Tak Mau Minta Pertanggungjawaban Presiden?

Singgung Utang Warisan Jokowi, MS Kaban: MPR Masih Tak Mau Minta Pertanggungjawaban Presiden?

DEMOCRAZY.ID - Politisi Partai Ummat, MS Kaban menyinggung soal utang yang akan diwariskan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada anak-cucu bangsa Indonesia.


MS Kaban menyentil Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang masih tak mau meminta pertanggungjawaban Presiden Jokowi.


“Warisan yang paling menyakitkan disajikan Presiden Jkwi pada anak cucu bgsa ini adalah hutang hutang hutang,” katanya melalui akun Twitter MSKaban3pada Sabtu, 28 Agustus 2021.


“Masihkah MPR RI tidak meminta pertanggungjawaban Presiden,” sambung mantan Menteri Kehutanan era SBY itu.


Dalam cuitannya yang lain, MS Kaban juga menyindir bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi sangat efektif menaikkan hutang dalam tempo 7 tahun hinggahampir 400%.


Ia lantas mengaitkan masalah ini dengan wacana bahwa jabatan Presiden akan diperpanjang hingga tiga periode.


“Doa, Ya Rabb perbaiki pemimpin kami,” lanjut Ketua Presidium Majelis Permusyawaratan Pribumi Indonesia itu.


Akhir-akhir ini, masalah utang negara memang banyak disoroti oleh berbagai tokoh, baik yang kontra maupun yang pro.


Di sisi pro, ada Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono yang mendukung Presiden Jokowi soal utang.


Arief membela bahwa utang setumpuk negara yang diambil Pemerintahan Jokowi digunakan untuk menyelamatkan jiwa dan perekonomian rakyat.


Bahkan, ia mendorong Jokowi untuk tak ragu mengambil utang jika ada negara yang mau memberi.


“Paling kalu kita enga bisa bayar, kita minta moratorium utang aja kayak yang pernah dilakukan Argentina dan Mexico,” katanya pada Kamis, 26 Agustus 2021.


“Enga gampang loh dipercaya ngutang. Yang penting utang aja,” tambah Arief Poyuono. [Democrazy/dtk]