Ungkap 'Tiga Perbedaan' Taliban dengan ISIS, Habib Nabiel: Umat Islam Harus Bersatu dalam Satu Pemahaman! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 26 Agustus 2021

Ungkap 'Tiga Perbedaan' Taliban dengan ISIS, Habib Nabiel: Umat Islam Harus Bersatu dalam Satu Pemahaman!

Ungkap 'Tiga Perbedaan' Taliban dengan ISIS, Habib Nabiel: Umat Islam Harus Bersatu dalam Satu Pemahaman!

Ungkap 'Tiga Perbedaan' Taliban dengan ISIS, Habib Nabiel: Umat Islam Harus Bersatu dalam Satu Pemahaman!

DEMOCRAZY.ID - Keberhasilan Taliban menguasai Afghanistan menuai berbagai respon. 


Pihak yang kontra misalnya menyebut memilih untuk waspada karena akan menjadi pemicu timbulnya radikalisme di Indonesia.


Salah satu tanggapan datang dari Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Habib Nabiel Al-Musawa, beliau menyebut setidaknya ada tiga perbedaan antara Taliban dan kelompok ISIS. 


Pertama, beliau memaparkan, dalam sejarahnya Taliban tidak menyerang masyarakat sipil. 


Berbeda dengan ISIS yang beberapa kali menyerang kelompok seperti syiah di Khurasan dan kelompok-kelompok lainnya. 


Kedua, beliau mengatakan jika Taliban tidak pernah memiliki keinginan untuk mendirikan negara Islam.


"Sepengatahuan saya, Taliban itu tidak mempunyai cita-cita untuk mendirikan negara khilafah. Berbeda dengan ISIS, kalau ISIS itu target mereka, tujuan mereka adalah khilafah Islam Internasional," ujar Habib Nabiel dalam  tayangan Catatan Demokrasi TV One 'Taliban Menang, Islamofobia Datang', Selasa (24/8/2021).


Ketiga, sambung Habib Nabiel menguraikan, jika Taliban merupakan mayoritas dari suku Pusytun. Jadi mereka lebih kepada persatuan faksi-faksi yang ada disitu. 


"Berbeda dengan ISIS, kalau ISIS dia mentargetkan kalau menang di Afghanistan mereka akan melanjutkan melawan Amerika Serikat," terang Habib Nabiel.


Selain itu, Habib Nabiel juga menjelaskan perbedaan antara Taliban dan Al-Qaeda. 


Menurutnya, dari segi ajaran agama, Al-Qaeda merupakan Wahabisme. 


Sedangkan Taliban itu beragam, sebagian bermazhab Hanafi, Asy'ari, dan juga beberapa adanya yang berpaham Wahabi.


Kemudian Habib Nabiel mengutip Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 143 yang berbunyi: 


"Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) ”umat pertengahan” agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu, Kami tidak menjadikan kiblat yang (dahulu) kamu (berkiblat) kepadanya melainkan agar Kami mengetahui siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sungguh, (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia,". (Q.S Al-Baqarah: 143)


Setalah membaca ayat tersebut, Habib Nabiel mengajak kepada umat Islam di Indonesia untuk berada di tengah-tengah dan tidak terbawa arus sehingga semunya bisa bersatu di dalam satu pemahaman. [Democrazy/smt]