Sebut Kebijakan Pemerintah Selalu Bikin Rakyat Putus Asa, Rocky Gerung: Tak Heran Jika 99,9 Persen Rakyat Pro End Game! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Sebut Kebijakan Pemerintah Selalu Bikin Rakyat Putus Asa, Rocky Gerung: Tak Heran Jika 99,9 Persen Rakyat Pro End Game!

Sebut Kebijakan Pemerintah Selalu Bikin Rakyat Putus Asa, Rocky Gerung: Tak Heran Jika 99,9 Persen Rakyat Pro End Game!

Sebut Kebijakan Pemerintah Selalu Bikin Rakyat Putus Asa, Rocky Gerung: Tak Heran Jika 99,9 Persen Rakyat Pro End Game!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik, Rocky Gerung menilai bahwa 99,9 persen rakyat Indonesia saat ini setuju pada end game.


Seperti diketahui, istilah end game ini merujuk pada tuntutan untuk mengakhiri masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).


Adapun pernyataan Rocky itu diperoleh Terkini.id dari video yang ditayangkan di akun YouTube Rocky Gerung Official pada Kamis, 6 Agustus 2021.


Awalnya, Hersubeno Arief sebagai pewancara menyinggung kejadian seorang pria yang melakukan percobaan bunuh diri di depan Balai Kota Bandung, pada Rabu, 4 Agustus 2021.


Seperti ramai diberitakan sebelumnya, pria tersebut adalah Ketua Harian Asosiasi Kafe dan Restoran (AKAR) yang diduga melakukan aksinya karena depresi akibat PPKM.


Rocky Gerung sendiri menilai bahwa percobaan bunuh diri tersebut merupakan bentuk kejengkelan yang berubah menjadi keputus-asaan.


“Mau marah, dia gak tahu cara marahnya gitu, karena seolah-olah diberi harapan terus-menerus. Istana selalu bilang, ‘ini nanti terselesaikan’, itu juga gak terjadi,” jelasnya.


Rocky lalu menyinggung bahwa Presiden Jokowi selalu berkutat pada pertanyaan, apakah PPKM akan dilanjutkan atau tidak.


Namun, menurut Rocky, fakta di lapangan menunjukkan bahwa inti masalahnya bukanlah soal PPKM dilanjutkan atau tidak.


“Mau dilanjutkan pun tidak efektif, tidak dilanjutkan juga berbahaya. Kenapa? Karena PPKM ini adalah semacam tipuan terhadap publik. Padahal, publik tahu bahwa Pemerintah harusnya lakukan UU Karantina,” ujarnya.


Tipuan-tipuan pemerintah ini, kata Rocky, adalah hal yang menyebabkan banyak orang stres dan bahkan bergelimpangan di jalan.


Rocky lantas menyindir bahwa jika Pemerintah tidak bisa memberi makan kepada rakyat, paling tidak seharusnya memberikan harapan.


“Ini kan keputus-asaan yang disebabkan oleh kebijakan Pemerintah, bukan karena dia (pria yang mecoba bunuh diri) lemah secara mental. Tapi Pemerintah tidak bisa kasih harapan,” katanya.


Rocky pun mengingatkan bahwa para pengusaha kafe itu hidup dari ekonomi yang berputar setiap hari.


Maka, jika kafe ditutup setiap hari, uang mereka akan habis dalam waktu yang singkat.


Menurut Rocky, persoalan riil ekonomi seperti di ataslah yang kini dihadapi oleh masyarakat di tengah kebijakan Pemerintah yang tak menjamin kebutuhan sesuai UU Karantina.


“Karena itu, jangan salahkan kalau seluruh rakyat Indonesia, saya sebut aja, 99,9 persen itu pro end game,” ungkapnya. [Democrazy/ykn]