Sebut Jusuf Kalla Salah Soal Komentari Sumbangan Akidi Tio, Ade Armando: Sama Sekali Tidak Layak | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 06 Agustus 2021

Sebut Jusuf Kalla Salah Soal Komentari Sumbangan Akidi Tio, Ade Armando: Sama Sekali Tidak Layak

Sebut Jusuf Kalla Salah Soal Komentari Sumbangan Akidi Tio, Ade Armando: Sama Sekali Tidak Layak

Sebut Jusuf Kalla Salah Soal Komentari Sumbangan Akidi Tio, Ade Armando: Sama Sekali Tidak Layak

DEMOCRAZY.ID - Ade Armando menilai Jusuf Kalla atau JK salah membandingkan sumbangan 2 triliun Akidi Tio dengan harga emas batangan sisa Kerajaan Padjajaran yang ternyata zonk alias hoax. 


Perbandingan yang disampaikan JK itu salah, nggak sebanding dan nggak apple to apple.


Merespons soal heboh Akidi Tio, Jusuf Kalla menilai apa yang dilakukan itu sudah jelas menipu. 


Mantan Wakil Presiden itu sangsi mana ada duit Rp2 triliun yang mau-maunya disumbangkan oleh pengusaha.


JK Salah


Ade Armando mengulas soal dugaan prank 2 triliun sumbangan Akidi Tio. 


Dalam ulasannya dia menyinggung pernyataan JK yang merasa sumbangan itu pasti nggak akan kejadian, duit dari mana.


JK dalam keterangannya di tvOne bercerita dulu saat menjabat sebagai Menko Kesra pun pernah mengalami hal serupa, yakni Menteri Agama Said Aqil Al Munawar menggali situs Prasasti Batutulis yang diyakini ada emas batangan Kerajaan Padjajaran. Ternyata benar harta harun itu hoaks.


Nah JK pun cenderung menyalahkan Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri harusnya pakai dong akal sehat saat menerima tawaran bantuan 2 triliun itu. 


Menurutnya ya tidak masuk akal sama dengan kasus harta karun Kerajaan Padjajaran yang ternyata zonk.


“JK dalam hal ini saya rasa salah membandingkan sisa peninggalan Kerajaan Padjajaran di bawah Prasasti Batutulis dengan nilai yang bisa membayar seluruh hutang luar negeri, dibandingkan dengan uang 2 T yang ditawarkan Heryanti. Sama sekali tidak layak, tidak apple to apple,” kata Ade dalam kontennya di Youtube Cokro TV, Jumat 6 Agustus 2021.


Ade Armando menangkis pernyataan JK yang menganggap mana ada orang mau nyumbang 2 triliun, nggak ada logikanya. 


Ade membantah logika JK itu dengan menunjukkan fakta harta orang kaya Indonesia itu ada yang mencapai ratusan triliun lho.


“Jadi (orang kaya Indonesia) sumbang 2 triliun walau nampak sangat besar itu mungkin dilakukan oleh seorang dermawan. Jadi mungkin sekali Akidi Tio itu pernah taruh bank di Singapura sehingga capai triliunan dan berwasiat sebagian harta untuk kepentingan rakyat banyak,” kata Ade membantah logika JK.


Makanya dengan penjelasan itu, Ade berpandangan Kapolda Sumsel menerima tawaran donasi Heryanti itu adalah sesuatu yang sangat masuk akal. 


Toh juga nggak ada kerugian yang diderita rakyat dan negara kalau pun uang 2 triliunan itu bener-bener zonk akhirnya. Kalau duitnya ada, wah sangat banyak manfaatnya untuk masyarakat.


“Kalau uang itu tidak ada, Heryanti nggak perlu di penjara. Kita semua kan cuma jadi korban PHP, tak ada sesuatu yang kriminal dengan itu,” kata Ade.


Tanggapan JK soal Donasi Akidi Tio


Sebelum marah-marah, JK lebih dulu memberi pandangannya soal donasi Rp2 T yang disumbangkan anak Akidi Tio. 


Menurut dia, sejak awal sebenarnya kasus ini bisa diatasi jika logika dikedepankan.


Bagi JK, tak masuk akal ada sumbangan Rp2 T diberikan begitu saja lewat Kapolda dan Gubernur. 


Maka itu dia menganjurkan untuk saat ini kasus itu ditutup dan tidak diperpanjang lagi. Sebab hanya akan menjadi kegaduhan belaka di ruang publik.


“Saya kira tak perlu diperpanjang, dihentikan saja, ini sudah menipu seluruh bangsa. Sebab tak ada logikanya. Kalau sumbang Rp2 T berarti hartanya bisa Rp10 T, kalau tidak, tidak mungkin seluruh hartanya disumbangkan,” katanya di awal wawancara, dikutip dari Catatan Demokrasi, Rabu 4 Agustus 2021.


Bagi JK ini hanya sekadar akal sehat dan logika saja. Jika itu dikedepankan, tidak mungkin ada celah bagi orang untuk menipu.


“Dulu begitu juga ada yang bilang ada emas yang bisa bayar seluruh utang kita (Rp1.500 Triliun). Saya panggil, saya katakan, ‘Hei kamu tahu enggak berapa ton emas kalau sampai Rp100 Triliun. Jadi mana mugkin ada emas sekitar 6.000 ton emas di situ, hentikanlah,” katanya.


Benar saja, ternyata praktik mencari harta karun itu tetap dilakukan. Dan akhirnya ketahuan kalau info itu prank belaka.


JK juga mengaku kerap dibisiki ada dana besar sekitar miliaran dolar di bank Swiss bekas era peninggalan Bung Karno.


Namun lagi-lagi JK tak percaya, dan memilih mengabaikan info itu. 


Dia sudah bisa menebak, karena ketika itu sudah bisa menghitung berapa jumlah ekspor Indonesia, sehingga tak mungkin ada dana sebesar itu.


“Jadi banyak orang yang ingin menipu sebenarnya,” kata JK. [Democrazy/dtk]