Sebut Jokowi Tak Paham Adat Baduy, Rocky Gerung: Dia Itu Perpanjang Kekuasaan Perpendek Akal Pikiran! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Sebut Jokowi Tak Paham Adat Baduy, Rocky Gerung: Dia Itu Perpanjang Kekuasaan Perpendek Akal Pikiran!

Sebut Jokowi Tak Paham Adat Baduy, Rocky Gerung: Dia Itu Perpanjang Kekuasaan Perpendek Akal Pikiran!

Sebut Jokowi Tak Paham Adat Baduy, Rocky Gerung: Dia Itu Perpanjang Kekuasaan Perpendek Akal Pikiran!

DEMOCRAZY.ID - Pengamat politik Rocky Gerung kembali sindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut tak paham dengan adat baduy.


Komentar tersebut diutarakan lantaran pakaian adat baduy yang dikenakan Presiden Jokowi saat acara rapat beberapa hari lalu.


Rocky Gerung kali ini benar-benar menyindir Presiden Jokowi tentang pakaian adat Baduy dalam pidato kenegaraannya di Senayan.


Menurutnya, Presiden Jokowi sebenarnya tidak memahami filosofi Baduy. Presiden Jokowi adalah kebalikan dari filosofi Baduy.


Dalam pidato satu tahun yang menggugah pikiran dari Koalisi Aksi untuk Menyelamatkan Indonesia (KAMI) dan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, Rocky Gerung mengulas kekacauan pemerintah dalam menjalankan negara.


Di bagian penutup ulasan, Rocky Gerung bercanda tentang pakaian adat yang dikenakan Jokowi tempo hari.


Pengamat politik Rocky Gerung berkelakar bahwa Presiden Jokowi tidak paham dan tidak mengerti tentang apa filosofi Baduy.


Karena apa realita politiknya, realita Presiden Jokowi sangat kontras dengan nilai-nilai fundamental Baduy ini.


“Pak Jokowi itu, dia masih nggak ngerti masih main-main baju adat. Nggak ngerti filosofi Baduy. Saya punya banyak teman Baduy, berkali-kali masuk wilayah Baduy,” kata Rocky Gerung, sebagaimana dikutip DEMOCRAZY.id dari Youtube Refly Harun.


Kemudian Rocky Gerung juga mengungkapkan apa itu filosofi Baduy yang sebelumnya dimaksud olehnya.


“Filosofi Baduy itu, yang panjang jangan dipotong dan yang pendek jangan disambung. Kalau filosofi Jokowi itu perpanjang kekuasaan dan perpendek akal pikiran. Begitu kontrasnya,” tutur Rocky Gerung. [Democrazy/pkr]