Sebut Jokowi Sosok Baik, Bersih, Pintar, Cerdas & Jujur, Ade Armando: Kenapa Rocky Gerung Tak Mau Akui Kenyataan Itu?! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Jumat, 27 Agustus 2021

Sebut Jokowi Sosok Baik, Bersih, Pintar, Cerdas & Jujur, Ade Armando: Kenapa Rocky Gerung Tak Mau Akui Kenyataan Itu?!

Sebut Jokowi Sosok Baik, Bersih, Pintar, Cerdas & Jujur, Ade Armando: Kenapa Rocky Gerung Tak Mau Akui Kenyataan Itu?!

Sebut Jokowi Sosok Baik, Bersih, Pintar, Cerdas & Jujur, Ade Armando: Kenapa Rocky Gerung Tak Mau Akui Kenyataan Itu?!

DEMOCRAZY.ID - Pakar komunikasi, Ade Armando menilai pengamat politik, Rocky Gerung tak mau menerima kenyataan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah sosok yang baik, bersih, pintar, cerdas, dan jujur.


Ade menyampaikan hal itu dalam video berjudul “Rocky Gerung Kehilangan Akal Sehat soal Kunjungan Jokowi ke Afghanistan” yang tayang di Cokro Tv pada Kamis, 26 Agustus 2021.


Dalam video itu, Ade membahas komentar Rocky Gerung mengenai video Jokowi yang menceritakan kisahnya berkunjung ke Afghanistan.


Ade membongkar bahwa video yang dikomentari Rocky Gerung dan Hersubeno Arief itu adalah video hasil editan.


Adapun dalam video yang sempat viral itu, Jokowi dibuat seolah bercerita bahwa ia pernah ke Afghanistan 40 tahun yang lalu.


Namun, menurut Ade, cerita Jokowi itu dipotong-potong dan diutak-atik sedemikian rupa.


Aslinya, Jokowi sebenarnya sedang bercerita bahwa ia pernah ke Afghanistan pada tahun 2018 dan bertemu Rhula Ghani.


“Ibu Rhula mengatakan bahwa 40 tahun yang lalu, ia bisa mengendarai mobil sendiri di Kabul dan di kota-kota lain di Afghanistan dalam keadaan aman, tenteram, dan tanpa masalah,” jelas Ade.


Jadi, lanjut Ade, kata-kata “40 tahun lalu Afghanistan itu damai” yang dinyinyiri Rocky dan Hersu bukanlah kata-kata Jokowi.


Lagipula, jelasnya, pernyataan Rhula Ghani diucapkan pada tahun 2018 sehingga logika bahwa Afghanistan itu damai memang masuk akal.


“40 tahun yang lalu dari 2018 adalah 1978. Dan tahun 1978, perang Afganistan memang belum dimulai. Perang baru pecah pada 1979,” ungkapnya.


Oleh sebab itulah, Ade menyindir Rocky dan Hersu yang telah nyinyir kepada Jokowi karena “termakan” video palsu hasil manipulasi.


Menurutnya, kedua orang itu harusnya sudah curiga bahwa video itu hanyalah hasil editan sebab ceritanya memang tak masuk di akal.


“Tapi karena Hersu dam Rocky begitu saja mempercayainya, mereka kini justru nampak menjadi dua komentator yang tidak berpengetahuan dan tidak menggunakan akal sehat,” sindirnya.


Terlebih, lanjut Ade, mereka telah gegabah langsung menuduh Jokowi berbohong dan tidak paham sejarah Afghanistan.


Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu lantas menilai bahwa kesembronoan Hersu dan Rocky itu mungkin disebabkan karena hati mereka sudah dipenuhi prasangka buruk soal Jokowi.


Mereka, kata Ade, ingin sekali percaya bahwa Jokowi itu buruk, busuk, bodoh,pandir, dan pembohong.


“Mereka tidak ingin menerima kenyataan bahwa Jokowi sebenarnya baik,bersih, pintar, cerdas, jujur,” ujarnya. [Democrazy/rep]