Sebut Era Jokowi Eksekutif Terlalu Kuat, Prof Azyumardi Azra: Apapun yang Mereka Inginkan Tak Bisa Ditolak! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 07 Agustus 2021

Sebut Era Jokowi Eksekutif Terlalu Kuat, Prof Azyumardi Azra: Apapun yang Mereka Inginkan Tak Bisa Ditolak!

Sebut Era Jokowi Eksekutif Terlalu Kuat, Prof Azyumardi Azra: Apapun yang Mereka Inginkan Tak Bisa Ditolak!

Sebut Era Jokowi Eksekutif Terlalu Kuat, Prof Azyumardi Azra: Apapun yang Mereka Inginkan Tak Bisa Ditolak!

DEMOCRAZY.ID - Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra menyebut eksekutif (pemerintah) saat ini terlalu kuat sehingga apapun yang mereka inginkan tak ada yang bisa ditolak.


Sehingga optimisme menuju satu abad Indonesia di tahun 2024 harus dilakukan dengan konsolidasi ulang di berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.


Dalam aspek politik, kelembagaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus berjalan seimbang.


Hal ini penting karena belakangan ini kekuasaan lembaga eksekutif makin menguat.


Demikian Gurubesar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Azyumardi Azra saat memberikan pengantar dalam peluncuran dan bincang buku karya jurnalis senior Budiman Tanuredjo, Sabtu siang (7/8).


“Kita melihat seolah kembali ke zaman Orde Baru, di mana eksekutif itu terlalu kuat, executive heavy (kekuasaan dominan berada di tangan presiden) itu kan dulu yang dikritik waktu zaman Pak Harto,” kata Azyumardi Azra.


Pada era kepemimpinan Jokowi sekarang, dominasi kekuasaan kekuasaan atau executive heavy kembali terjadi di era Jokowi.


Saat ini, kekuasaan eksekutif begitu besar karena didukung oleh suatu koalisi politik yang juga besar.


“Nah sekarang kita lihat juga gejala seperti itu. Sehingga kemudian hampir tidak ada lagi check and balance. Tidak ada lagi keseimbangan, tidak ada lagi koreksi, ini yang kita lihat sekarang ini,” tuturnya.


“Sehingga apa pun yang diinginkan eksekutif tidak ada yang bisa ditolak. Perubahan UU; UU Minerba, UU KPK, dll,” demikian Azyumardi Azra.


Turut hadir sejumlah narasumber dalam acara tersebut yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Pendiri Narasi Najwa Shihab.


Adapun, Menko Polhukam Mahfud MD yang dijadwalkan hadir belum tampak dalam acara tersebut. [Democrazy/pjs]