Sebut Dirinya Belajar dari Negara Lain Soal Pengendalian Pandemi, Jokowi: Saya Bahkan Telepon Sejumlah Kepala Negara | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 31 Agustus 2021

Sebut Dirinya Belajar dari Negara Lain Soal Pengendalian Pandemi, Jokowi: Saya Bahkan Telepon Sejumlah Kepala Negara

Sebut Dirinya Belajar dari Negara Lain Soal Pengendalian Pandemi, Jokowi: Saya Bahkan Telepon Sejumlah Kepala Negara

Sebut Dirinya Belajar dari Negara Lain Soal Pengendalian Pandemi, Jokowi: Saya Bahkan Telepon Sejumlah Kepala Negara

DEMOCRAZY.ID -  Kasus harian Covid-19 di Indonesia saat ini terus mengalami penurunan. 


Di balik itu, terdapat upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang kerap menelepon sejumlah kepala negara untuk mencari tahu cara pengendalian Covid-19.


Jokowi mengaku kerap menghubungi kepala negara sahabat yang telah berhasil melakukan pengendalian Covid-19. 


Ia kemudian memodifikasinya untuk mengendalikan Covid-19 di Tanah Air.


“Saya telepon beberapa negara yang kita nilai berhasil melakukan pengendalian dan kita coba untuk kita modifikasi di sini dalam rangka pengendalian di negara kita Indonesia,” ungkap Jokowi, Selasa 31 Agustus2021 via video yang diunggah kanal Youtube Sekretariat Presiden pada Sabtu 28 Agustus 2021 lalu.


Dengan memodifikasi cara pengendalian dari negara lain, sebut Jokowi, penyebaran Covid-19 di Tanah Air diklaim perlahan mulai menurun.


Penurunan juga terlihat pada indikator lainnya seperti keterisian tempat tidur dirumah sakit yang kini berada di angka 30 persen. 


Mantan Wali Kota Solo tersebut juga mengungkapkan jika angka kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia kini mencapai 89,97 persen. 


Angka tersebut beradadi atas rata-rata dunia yaitu 89,5 persen.


Kendati demikian, Jokowi selalu memberikan imbauan terutama kepada Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin serta pemerintah daerah untuk fokus terhadap masalah yang belum selesai seperti menekan angka kematian.


“Yang masih belum kita selesaikan, yang selalu saya sampaikan ke Menkes, ke Pemda urusan angka kematian betul-betul harus ditekan terus,” tegasnya. [Democrazy/skp]