Sebut Banyak Orang Terganggu Kemunculan Mural Jokowi '404 Not Found', Ngabalin: Kalian Punya Logika Gak?! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 18 Agustus 2021

Sebut Banyak Orang Terganggu Kemunculan Mural Jokowi '404 Not Found', Ngabalin: Kalian Punya Logika Gak?!

Sebut Banyak Orang Terganggu Kemunculan Mural Jokowi '404 Not Found', Ngabalin: Kalian Punya Logika Gak?!

Sebut Banyak Orang Terganggu Kemunculan Mural Jokowi '404 Not Found', Ngabalin: Kalian Punya Logika Gak?!

DEMOCRAZY.ID - Meski mengklaim Presiden Jokowi tidak masalah dengan adanya mural ‘404 Not Found’, Tenaga Ahli Utama KPS, Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan alasan mural itu dihapus.


Hal itu disampaikan dalam acara Catatan Demokrasi yang diunggah di kanal Youtube pada Selasa, 17 Agustus 2021.


“Siapa sih orang yang melihat mural itu, kemudian dia tidak terganggu? Pasti dia terganggu. Karena itu tidak usah bicarakan tentang pak Jokowi,” kata Ali Mochtar Ngabalin, dikutip dari kanal Youtube tvOneNews, Rabu, 18 Agustus 2021.


Dia pun mengungkapkan alasan pihak Kepolisian menghapus mural diduga Jokowi dengan tulisan 404 Not Found tersebut berhubungan dengan tugas institusi negara tersebut.


Dalam Pasal 1 UU Nomor 2 tahun 2002 disebutkan bahwa salah satu tugas terpenting Kepolisian adalah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Karena itu ketika mereka tanya kepada saya ‘kenapa Polisi melakukan itu?’ saya bilang ‘Iya, Polisi punya kewenangan. Polisi adalah institusi negara, dia mesti bertanggung jawab terhadap situasi dan keamanan republik ini,” tutur Ali Mochtar Ngabalin.


Mendengar penuturan tersebut, dia kemudian ditodong alasan mengapa hanya mural mirip Jokowi saja yang dihapus, sedangkan mural di sebelahnya tidak.


“Kalau Anda menyebutkan gambar yang di sebelah kenapa tidak dihapus, apakah ada emosi gambar itu dipakai?,” ucap Ali Mochtar Ngabalin.


Dia pun membahas mengenai arti kata ‘Not Found’ yang digunakan dalam mural mirip Presiden Jokowi tersebut.


“Not found itu kan bicara tentang negeri mitos, bicara tentang fiksi, republik ini bukan republik mitos, republik ini bukan republik fiksi. Republik Indonesia, bagaimana mungkin sih ada sebuah catatan di data-data internet itu kemudian dicari Jokowi tidak ditemukan sebagai presiden Indonesia,” tutur Ali Mochtar Ngabalin.


Dia juga menegaskan bahwa permasalahan penghapusan mural tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan Istana.


“Saya sudah bilang dari awal bahwa tidak ada urusan dengan Pemerintah, kalian punya logika gak? Urusannya ada di Kecamatan, ada di dusun, kok atas perintah Istana? Itu yang bikin saya punya kecenderungan keilmuan saya jadi tidak berfungsi,” kata Ali Mochtar Ngabalin.


Dia menekankan bahwa Presiden Jokowi tidak masalah dengan adanya mural ‘404 Not Found’ tersebut.


“Sampai Pemerintahan ini berakhir atau kalaulah sampai 2 tahun atau 3 tahun, kalian mau melakukan apa saja kepada Joko Widodo, beliau fine-fine saja, tidak ada masalah. Kan sudah berkali-kali beliau sampaikan ya,” ujar Ali Mochtar Ngabalin. [Democrazy/pkr]