Sebut Banyak Kepala Daerah Tak Tahu Siapa Komando Utama, Megawati Nasehati Jokowi: Ini Lah Kelemahan Kita | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

Sebut Banyak Kepala Daerah Tak Tahu Siapa Komando Utama, Megawati Nasehati Jokowi: Ini Lah Kelemahan Kita

Sebut Banyak Kepala Daerah Tak Tahu Siapa Komando Utama, Megawati Nasehati Jokowi: Ini Lah Kelemahan Kita

Sebut Banyak Kepala Daerah Tak Tahu Siapa Komando Utama, Megawati Nasehati Jokowi: Ini Lah Kelemahan Kita

DEMOCRAZY.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat dinasehati Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri agar memegang langsung komando kerja penanganan saat bencana terjadi di Indonesia.


"Saya bilang sama Bapak Presiden, Bapak lah yang namanya kepala negara Presiden RI yang harus langsung. Karena ini persoalannya adalah extraordinary," kata Megawati dalam acara Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar DPP PDIP secara virtual, Rabu, 4 Agustus 2021.


Ia mengatakan hal itu karena banyak para kepala daerah dan kementerian tidak saling terkoneksi saat tanggap darurat bencana.


Megawati pun mengaku heran akibat banyak pemangku kepentingan di daerah-daerah yang justru tak mengetahui siapa komando utama ketika menangani bencana.


"Tapi ini kelemahan kita. Ketika kejadian dak dak dak. Terjadi pelumpuhan. Seperti di Palu. Saya langsung ikutin terjun. Saya tanya siapa komandonya? Ga ada yang bisa jawab saat itu," kata Mega.


Melihat persoalan tersebut, Mega berharap semakin banyak elite dan pemimpin di Indonesia dapat fokus terkait pentingnya kesiapan menghadapi bencana di Indonesia.


Presiden kelima RI itu melihat peran semua pihak dalam menangani bencana sangat dibutuhkan. Gotong royong itu, kata dia, bisa tercipta satu sinergi dan koneksitas antara satu dengan yang lain, terlebih antara jajaran pemerintah dan kementerian.


"Saya sudah minta izin kepada Pak Presiden, ini semua harus bergerak bersama. Kita harus bergotong royong, tidak bisa memilah-milah. Oh ini bukan kerjaan saya, tidak bisa saya lakukan. Sekali lagi tidak bisa begitu. Karena yang ditolong jiwa manusia," katanya. [Democrazy/jwp]