POLITIK

Sebut Ada Pihak Bilang Indonesia Lebih Cocok Gunakan Ideologi Komunisme, Mahfud MD: Itu Tantangan Bagi Pemerintah

DEMOCRAZY.ID
Agustus 18, 2021
0 Komentar
Beranda
POLITIK
Sebut Ada Pihak Bilang Indonesia Lebih Cocok Gunakan Ideologi Komunisme, Mahfud MD: Itu Tantangan Bagi Pemerintah

Sebut Ada Pihak Bilang Indonesia Lebih Cocok Gunakan Ideologi Komunisme, Mahfud MD: Itu Tantangan Bagi Pemerintah

DEMOCRAZY.ID - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membeberkan berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.


Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam diskusi virtual bersama VJ Daniel Mananta yang disiarkan melalui live Instagram di akun @vjdaniel pada 17 Agustus 2021.


Daniel Mananta bertanya kepada Mahfud MD soal tantangan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sekarang.


"Apa sih tantangan terbesar buat bangsa ini yang sedang dihadapi. Siapa tahu saja kita bisa sama-sama brainstorm untuk solusinya," kata Daniel Mananta.


Mahfud MD kemudian menjawab bahwa tantangan bangsa ada di berbagai bidang.


Namun, Mahfud MD mencontohkan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam hal menjaga keutuhan bangsa.


Menurutnya, keutuhan bangsa saat ini punya tantangan dengan masuknya ideologi-ideologi asing.


"Kalau bicara soal keutuhan kita sebagai bangsa, ideologi-ideologi asing itu mulai mengganggu kita karena sudah ada yang berpikir Pancasila ini sudah tidak cocok, lebih cocok liberalisme," ucap Mahfud MD.


"Ada lagi yang bilang yang lebih cocok komunisme. Ada lagi yang saat ini sedang berkembang yang lebih cocok khilafah-isme. Islamic state. Negara-negara agama. Nah itu tantangan buat kita," tutur Mahfud MD.


Mahfud MD mengatakan, segala tantangan itu menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus berhati-hati karena mengelola negara itu tidak mudah.


Mahfud MD kemudian berpesan bahwa ideologi Pancasila yang ada sekarang sudah cukup menjamin hak-hak setiap warga negara.


"Ideologi Pancasila sebagai pemersatu. Pancasila sama sekali tidak mengurangi hak Anda untuk mengamalkan ajaran agama masing-masing, tidak mengurangi hak Anda untuk menikmati kekayaan alam yang tersedia," ucapnya. [Democrazy/wkd]

Penulis blog