Sebagian Negara Telah Merespon Red Notice Harun Masiku, Hasilnya? Nihil! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 11 Agustus 2021

Sebagian Negara Telah Merespon Red Notice Harun Masiku, Hasilnya? Nihil!

Sebagian Negara Telah Merespon Red Notice Harun Masiku, Hasilnya? Nihil!

Sebagian Negara Telah Merespon Red Notice Harun Masiku, Hasilnya? Nihil!

DEMOCRAZY.ID - Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Amur Chandra Juli Buana menyampaikan sejumlah negara dari 194 negara yang tergabung anggota interpol telah merespons red notice terhadap buronan KPK Harun Masiku.


"Sudah beberapa negara merespon permintaan kita. Jumlah negaranya tidak bisa saya sebutkan," kata Amur kepada wartawan, Rabu (11/8/2021).


Amur menuturkan negara-negara yang telah menanggapi red notice terhadap eks politikus PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku menyatakan buronan KPK itu tidak pernah melintas di negara mereka.


"Menyatakan bahwa subjek belum ditemukan dalam data perlintasan di negara mereka," jelas dia.


Adapun red notice Harun Masiku telah diterbitkan sejak sebulan yang lalu.


Namun hingga kini, buronan KPK tersebut belum kunjung ditemukan.


Sebagai informasi, Harun Masiku merupakan buronan KPK dalam kasus suap PAW calon anggota DPR periode 2019-2024.


Ia dijadikan tersangka oleh KPK karena diduga menyuap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, supaya bisa ditetapkan sebagai pengganti Nazarudin Kiemas yang lolos ke DPR, namun meninggal dunia.


Harun diduga menyiapkan uang sekira Rp850 juta untuk pelicin agar bisa melenggang ke Senayan.


Sebelumnya, menurut catatan Indonesia Corruption Watch (ICW), setidaknya Harun Masiku telah menjadi buronan KPK selama 500 hari.


"Sejak ditetapkan tersangka oleh KPK pada tanggal 9 Januari 2020 silam, setidaknya sudah lebih dari 500 hari lembaga antirasuah itu tak kunjung berhasil meringkus Harun Masiku," kata Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya, Senin (7/6/2021).


ICW juga menengarai pimpinan KPK enggan Harun Masiku diproses hukum.


Terlebih melihat situasi terkini, yaitu penonaktifan tim pemburu buronan--termasuk Harun--melalui dalih asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).


"Dikaitkan dengan kondisi terkini, semakin jelas dan terang benderang bahwa pimpinan KPK tidak menginginkan buronan itu diproses hukum," kata Kurnia. [Democrazy/kgn]