Rocky Gerung Ungkap Alasan Pemerintah 'Bisu' Soal Isu Afghanistan | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Senin, 23 Agustus 2021

Rocky Gerung Ungkap Alasan Pemerintah 'Bisu' Soal Isu Afghanistan

Rocky Gerung Ungkap Alasan Pemerintah 'Bisu' Soal Isu Afghanistan

Rocky Gerung Ungkap Alasan Pemerintah 'Bisu' Soal Isu Afghanistan

DEMOCRAZY.ID - Rocky Gerung menjelaskan alasan pemerintah bisu soal isu Afghanistan karena tidak memiliki pengetahuan komprehensif mengenai isu tersebut.


"Soal Kabul ini udah dua minggu lalu, paling tidak seminggu ini isunya udah hangat tuh. Tapi ternyata belum ada semacam pernyataan atau sikap pemerintah, jadi nggak ada koordinasi. Atau mungkin belum ada instruksi atau brief kepada presiden dari yang disebut sebagai anak-anak muda ini, takut untuk mem-brief presiden karena nggak punya pengetahuan," kata Rocky Gerung sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Senin, 23 Agustus 2021.


Rocky Gerung menyayangkan minimnya informasi yang dimiliki pihak Istana terkait situasi geopolitik di Asia dan dunia sehingga menyebabkan pemerintah 'bisu' soal isu Afghanistan.


Bahkan hal tersebut membuat Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan kontroversialnya yang menyatakan dirinya pernah menyetir mobil di Kabul, Afghanistan.


"Jadi ketiadaan informasi current politics di Asia dan dunia menyebabkan presiden asal ngomong aja kan? Padahal ini intinya kita mesti bersiap dengan perubahan geopolitik terhadap China Selatan (Laut Natuna Utara) karena mau ngumpulin dulu energi segala macam mineral di Afghanistan," ujarnya.


Karena minimnya pengetahuan pemerintah tentang isu geopolitik di Afghanistan, Rocky Gerung menganggap pemerintah telah mengeluarkan statement yang melenceng dari isu tersebut.


Rocky Gerung juga menyayangkan sikap pemerintah yang justru menakut-nakuti masyarakat Indonesia untuk menyebarkan isu terorisme di tengah berkecamuknya situasi politik di Afghanistan.


"Mestinya briefing itu sudah ada supaya yang ngomong di Istana itu nggak ngaco. Jadi karena nggak ngerti pas ditanya pers langsung aja apa yang ada di kepalanya adalah 'bahaya, teroris' cuma itu isinya kan?," katanya.


Menurut Rocky Gerung, dunia sesungguhnya membutuhkan peranan Indonesia melalui Presiden Jokowi karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam.


Rocky Gerung juga menyindir sikap blunder Ali Mochtar Ngabalin yang tampil seolah-olah mengerti isu Afghanistan namun sesungguhnya tak mampu berbicara tentang isu tersebut.


"Padahal sebetulnya dunia menginginkan Presiden Jokowi yang memimpin negara yang mayoritasnya Islam mengucapkan sesuatu tuh, supaya ada parameter. Tapi memang terlihat bahwa nggak ada pengetahuan sehingga Mister Sorban itu dengan gampang seolah-olah paham padahal sebetulnya diketawain lagi nih, musti di x-ray tuh isi kepalanya tapi rongten itu nggak bisa masuk karena isi kepalanya terikat sorban," ujar dia.


Rocky Gerung juga menilai sikap pemerintah yang 'labil' terhadap isu mengenai Afghanistan karena lemahnya pengetahuan yang dimiliki oleh pihak Istana.


Karena ketidaktahuan itulah, Istana seringkali mengeluarkan pernyataan yang membuat masyarakat gempar.


"Sebetulnya kedudukan Istana hari ini terhadap Afghanistan itu ngambang, mendua. Padahal satu minggu ini isu dunia adalah soal itu. Briefing intelijen pasti belum lengkap, strategi Deplu (Kemenlu) juga tertinggal. Karena ketiadaan pengetahuan itu, maka ada inisiatif dari orang-orang yang mengatasnamakan Istana menunjukkan kegemparan," tuturnya. [Democrazy/skm]