Rangkuman 7 Sikap Pasang Badan Megawati untuk Jokowi | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Rangkuman 7 Sikap Pasang Badan Megawati untuk Jokowi

Rangkuman 7 Sikap Pasang Badan Megawati untuk Jokowi

Rangkuman 7 Sikap Pasang Badan Megawati untuk Jokowi

DEMOCRAZY.ID - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkapkan beberapa kali kesedihannya saat orang-orang menghina Presiden Jokowi.


 Terbaru, ia sedih saat badan Jokowi yang semakin kurus karena memikirkan rakyat Indonesia, namun malah disebut kodok.


Namun, tudingan terhadap Jokowi datang tidak sekali saja. 


Berkali-kali Jokowi dituding dan difitnah, ada Megawati yang beberapa kali juga pasang badan untuk membelanya.


Berikut kumparan rangkum sejumlah sikap pasang badan Megawati kepada Jokowi.


1. Tudingan Diktator

Presiden Jokowi sempat ramai diperbincangkan karena dianggap sebagai sosok diktator. 


Tak terima, Megawati pun meminta pembuktian dari orang-orang kalau Jokowi memang seorang diktator.


"Pak Jokowi dibilang diktator, orang yang ngomong itu ayo sanggup membuktikan kediktatoran Pak Jokowi apa?" kata Megawati, Sabtu (12/8/2017).


"Pak Jokowi sekarang kan lagi dikatakan, Pak Jokowi itu diktator. Nah, bilang 'Pak saya mau ketemu Bapak sebagai presiden berhadap-hadapan jantan'. Kalau sekarang kan orang nge-bully orang beraninya itu kan di medsos" lanjut dia.


2. Jokowi Dituding PKI

Presiden ke-5 RI itu geram saat banyaknya tudingan tidak mendasar kepada Jokowi. 


Salah satunya saat Jokowi dituding PKI. 


Ia menyebut seluruh tudingan yang mengarah ke Jokowi adalah tindakan pengecut.


"Coba toh (Jokowi) dibilangnya itu PKI. Keturunan tidak jelas. Terus kemarin terakhir dibilang diktator. Saya bilang, sebenarnya maunya apa toh. Saya kan perempuan ya, tapi saya bilang, mbok sing jantan (yang jantan)," ucap Megawati, Minggu (10/9/2017).


Tudingan PKI ini tidak sekali dua kali dilontarkan. 


Ia menilai tuduhan seperti ini justru dapat merusak negara.


"Nah mau lagi (Jokowi) dibilang PKI. Katanya turunan bapak-ibunya enggak jelas. Bayangkan, Presiden RI. Apakah akan begini, di abad akan datang akan begini, rusaknya republik, kita kurang apa?" ujar dia.


3. Jokowi Dituduh Keturunan China

Tudingan lain kepada Jokowi adalah ketika mantan Wali Kota Solo itu difitnah sebagai keturunan China. 


Megawati sampai mengaku heran mengapa masyarakat Indonesia masih saja menjelek-jelekan Jokowi.


Ia pun berpendapat kecenderungan masyarakat Indonesia yang membenci seorang presiden, justru kemudian berusaha menjatuhkan dengan mencaci maki.


"Sekarang kenapa sih sampai Presiden kita sendiri dibilang keturunan Chinalah, aseng lah. Ini yang saya bilang tadi, itu orang yang kirim-kirim begitu ngerti enggak sih apa yang sebenarnya yang akan kejadian?" ungkap Megawati, Senin (7/1/2019).


4. Bela Jokowi saat Diminta Mundur

Megawati mengaku keheranan dengan pihak-iphak yang tidak suka dengan pemerintahan Jokowi dan memintanya untuk mundur. 


Padahal, jabatan presiden dipilih oleh rakyatnya melalui proses pemilihan langsung, dan bukan lagi melalui MPR seperti sebelum era reformasi.


"Banyak orang tidak suka dengan pemerintahan sekarang. Padahal pemerintahan ini pilkada-nya langsung, bukannya (seperti) dulu oleh MPR. Tolong diingat. Lah kok bisa-bisanya minta Pak Jokowi mundur," kata Megawati (Jumat (28/8/2020).


"Dia Presiden kita. Kebetulan orang PDIP. Dari awal kita usung dia (Jokowi). Ada pengusung, ada pendukung. Kadang sering dibaurkan, padahal salah. Kita pengusung. Pendukung ya bisa dilihat yang lain," lanjutnya.


5. Jokowi Setengah Mati Agar RI Tak Resesi

Terkait pandemi COVID-19, Megawati juga pernah membela Jokowi karena Indonesia wajib wajib bersyukur karena hingga saat ini masih aman dari ancaman resesi yang perlahan mulai melanda sejumlah negara dunia.


Megawati menyebut hal itu terjadi akibat kerja cepat Presiden Jokowi. Pernyataan ini diucapkan Megawati pada Agustus 2020.


"Pak Jokowi sudah berupaya setengah mati untuk agar jangan sampai kita resesi. Kalau dilihat negara di dunia ini, sudah berapa yang resesi," ujar Megawati saat memberikan pengarahan kepada calon kepala daerah PDIP secara daring, Jumat (28/8/2020).


6. Isu Jabatan 3 Periode

Megawati kembali membela Jokowi terkait tuduhan amandemen UUD 1945 untuk mengubah masa jabatan presiden dari dua menjadi tiga periode. 


Ia menilai tudingan itu tidak berdasar, dan justru isu tersebut diinginkan oleh pihak-pihak yang mengembuskan wacana tersebut.


"(Jokowi) berkeinginan katanya tiga periode. Yang omong itu yang kepingin sebetulnya. Siapa tahu suatu saat dia bisa 3 periode," kata Megawati, Rabu (24/3/2021).


"Memang presiden bisa mengubah keputusan secara konstitusi? Kan tidak," imbuh dia.


7. Jokowi Dihina Kodok

Dan yang terbaru, Megawati menyoroti banyaknya kritik yang disampaikan secara tidak beretika kepada Presiden Jokowi di tengah penanganan COVID-19. 


Ia mengaku sedih melihat Jokowi menerima kritikan tersebut, padahal eks Gubernur DKI Jakarta itu selalu memikirkan rakyatnya hingga badannya kurus.


"Coba lihat Pak Jokowi. Saya suka nangis lho. Beliau itu sampai kurus. Kurus kenapa. Mikir kita. Mikir rakyat. Masak masih ada yang mengatakan Jokowi kodok lah. Orang itu benar-benar tidak punya moral. Pengecut, saya bilang. Saya di-bully juga enggak takut kok," kata Megawati dengan suara bergetar, Rabu (18/8).


Menurut Megawati, sebagai warga negara yang baik seharusnya kritik disampaikan dengan etika dan moral. 


Dia berharap kritik juga tidak boleh sembarangan.


"Coba datang berhadapan. Jantan kamu. Kita mesti berkelakuan sebagai warga negara yang punya etika moral. Jangan sembarangan," tutup Megawati. [Democrazy/kmpr]