Napi Koruptor Diangkat Jadi Penyuluh Anti-Korupsi, Eks Ketua KPK: Mati Ketawa Ala Pimpinan KPK Sekarang! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Sabtu, 21 Agustus 2021

Napi Koruptor Diangkat Jadi Penyuluh Anti-Korupsi, Eks Ketua KPK: Mati Ketawa Ala Pimpinan KPK Sekarang!

Napi Koruptor Diangkat Jadi Penyuluh Anti-Korupsi, Eks Ketua KPK: Mati Ketawa Ala Pimpinan KPK Sekarang!

Napi Koruptor Diangkat Jadi Penyuluh Anti-Korupsi, Eks Ketua KPK: Mati Ketawa Ala Pimpinan KPK!

DEMOCRAZY.ID - Eks Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto tak habis pikir dengan kebijakan KPK yang akan menggandeng eks napi korupsi menjadi penyuluh antikorupsi.


Bambang Widjojanto yang akrab disapa BW itu heran dengan keputusan yang diambil. 


Eks napi koruptor akan diangkat jadi penyuluh sedangkan para pegawai justru 'disingkirkan' lewat tes wawasan kebangsaan (TWK).


"Mati ketawa ala pimpinan KPK. Eks koruptor direkrut jadi penyuluh. Tapi, insan KPK yang berjasa jebloskan koruptor justru di TWK kan & dihabisi," kata BW melalui cuitan Twitternya Sabtu, 21 Agustus.


"Apakah kita sedang ditinggikan-kedunguannya?," sambung BW heran.




Sebelumnya, tersiar informasi bahwa KPK akan menjadikan eks napi korupsi sebagai penyuluh edukasi masyarakat berkaitan antikorupsi.


Hal itu diklaim KPK sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu-isu antikorupsi.


Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, Wawan Wardiana mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke Lapas Sukamiskin dan Lapas Tangerang untuk seleksi napi.


Wawan menjelaskan bahwa napi yang akan dijadikan penyuluh bukan napi sembarangan. hanya napi yang berkelakuan baik yang akan direkrut untuk program ini.


"Perlu dijelaskan juga itu yang pertama kegiatannya adalah sosialisasi. Sosialisasi kepada mereka narapidana yangs elektif," kata Wawan Jumat, 20 Agustsu 2021.


Ia mengungkap bahwa napi yang akan dijadikan penyuluh adalah mereka yang tinggal menjalani hukuman sebentar lagi.


Bahkan kata dia, saat ini ada beberapa napi yang menyatakan berminat dan bersedia. Seleksi itu kata Wawan melibatkan beberapa unsur termasuk psikolog.


Lebih lanjut Wawan memaparkan terkait dengan target yang akan dicapai dengan memberdayakan napi dalam edukasi antikorupsi ini.


"Ujung-ujungnya sebetulnya adalah kami berharap kepada mereka untuk bisa minimal memberikan testimoni jadinya yang akan kami jadikan pelajaran bagi para penyelenggara negara atau masyarakat secara umum," tegasnya. [Democrazy/pkr]