Mural Dipaksa Hapus, Selebaran Kritik Diusut, Seniman: Kita Seperti Hidup di Zaman Orde Baru! | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Kamis, 19 Agustus 2021

Mural Dipaksa Hapus, Selebaran Kritik Diusut, Seniman: Kita Seperti Hidup di Zaman Orde Baru!

Mural Dipaksa Hapus, Selebaran Kritik Diusut, Seniman: Kita Seperti Hidup di Zaman Orde Baru!

Mural Dipaksa Hapus, Selebaran Kritik Diusut, Seniman: Kita Seperti Hidup di Zaman Orde Baru!

DEMOCRAZY.ID - Yayak Yatmaka selaku seniman lukis senior mengatakan  bahwa kondisi Indonesia saat ini sama seperti zaman pada masa Orde Baru.


Yayak merupakan salah seorang seniman yang pernah diburu oleh aparat dimasa Orde Baru lantaran lukisannya yang penuh dengan kritikan.


“Sama seperti Orde Baru,” ungkapnya dalam acara ‘Satu Meja The Forum’ pada Rabu, 18 Agustus 2021, dikutip


Yayak mengatakan hal tersebut sembari menanggapi pemberitaan terkait seorang pembuat mural yang diburu oleh pihak kepolisian.


Sebagai informasi, belakangan ini ada tiga seni mural yang dihapus oleh pihak kepolisian di tiga lokasi berbeda, yakni di Batuceper, Tigaraksa, dan Pasuruan.


Adapun mural di kolong jembatan Batuceper menggambarkan wajah seorang pria yang mirip wajah Presiden Jokowi dengan tulisan ‘404: Not Found’.


Sementara di Tigaraksa, terdapat tulisan besar berwarna putih yang bertuliskan ‘Tuhan Aku Lapar’.


Diketahui, pembuat mural di Batuceper kini sedang dalam buruan aparat kepolisian, sementara pembuat mural yang ada di Tigaraksa didatangi oleh polisi ke rumahnya.


Di sisi lain, ada pula sejumlah selebaran berisi kritikan di Klaten, Jawa Tengah.


Selebaran tersebut berisi kritikan terkait penanganan Covid-19, “17 Agustus tahun ini temanya bertahan hidup, dipaksa sehat di negara sakit, PPKM sampai mampus”. bunyi selebaran tersebut. 


Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo mengatakan bahwa pihaknya telah memerintahkan jajaran untuk melakukan penyelidikan terkait selebaran tersebut.


Atas fenomena itu, Yayak lantas bertanya-tanya, untuk apa pelukis tersebut diburu?


“Kalau sudah ketemu mau diapakan?” tanyanya. [Democrazy/dpk]