Misteri Pria Plontos yang Dampingi Anak Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun, Siapa Dia Sebenarnya? | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 04 Agustus 2021

Misteri Pria Plontos yang Dampingi Anak Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun, Siapa Dia Sebenarnya?

Misteri Pria Plontos yang Dampingi Anak Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun, Siapa Dia Sebenarnya?

Misteri Pria Plontos yang Dampingi Anak Akidi Tio Sumbang Rp2 Triliun, Siapa Dia Sebenarnya?

DEMOCRAZY.ID - Kontroversi sumbangan Rp2 triliun dari mendiang Akidi Tio masih begulir. 


Polda Sumatera Selatan masih menelusuri kejelasan uang sumbangan yang dijanjikan pihak keluarga Akidi Tio yang diwakili putri bungsunya, Heryanti.


Polisi juga telah memeriksa Heryanti beserta tiga anggota keluarga lainnya terkait sumbangan ini, yaitu suami Heryanti Rudi Sutadi, cucu Akidi Tio dan dokter pribadi keluarga, dr Hardi Darmawan. 


Sejauh ini, pihak keluarga masih berdalih uang Rp2 tiliun itu ada namun terkendala pencairan.


Di tengah kontroversi itu, ada sosok yang jadi sorotan. Ia adalah pria yang berkepala plontos yang mengenakan batik coklat saat seremonial penyerahan dana Rp2 triliun tersebut berlangsung di Ruang Promoter Mapolda Sumatera Selatan, Senin, 26 Juli 2021.


Pria yang belum diketahui identitasnya tersebut ikut mendampingi Heryanti saat menyerahkan simbolis bantuan Rp2 triliun kepada Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri. 


Ia tidak termasuk yang dimintai keterangan polisi dalam kasus ini.


Semula, publik mengira pria plontos itu adalah Profesor Hardi Darmawan, perwakilan keluarga Akidi Tio. 


Namun setelah ditelusuri dari foto-foto yang beredar saat penyerahan simbolis bantuan di Mapolda Sumsel, Prof Hardi mengenakan batik biru dan tidak ikut maju menyerahkan bantuan simbolis.


"Itu masih misterius siapa (orang) difoto itu. Orang bilang kan itu Profesor Hardi, enggak, coba lihat foto yang lain, itu Profesor Hardi pakai batik biru. Dalam tulisan saya Profesor  Hardi diminta maju tapi tidak mau, nah ini siapa?" kata Dahlan Iskan di tvOne, Selasa petang, 3 Agustus 2021.


Dahlan juga penasaran dengan sosok pria plontos yang mendampingi Heryanti di Mapolda Sumsel saat penyerahan simbolis bantuan Rp2 triliun. 


Ia awalnya menerima informasi bahwa pria tersebut adalah seorang marketing di Jakarta.


"Saya telusuri sampai ada yang mengatakan itu marketing di Jakarta, terus saya mendapatkan teleponnya dengan susah payah, saya hubungi, katanya 'Saya enggak pernah ke Palembang jadi itu bukan saya pak'," beber pengusaha yang juga wartawan senior itu.

 

Mantan Menteri BUMN itu masih terus menelusuri sosok pria plontos ini, hingga informasi lain yang dia terima menyebutkan bahwa pria tersebut adalah seorang pengacara.


"Informasinya belum tentu benar, tetapi akan saya telusuri lagi. Saya dengar beliau pengacara, saya telusuri lagi siapa pengacara yang profilnya seperti ini di Palembang, enggak ada yang kenal. Kemungkinan ini pengacara dari Jakarta, saya masih penasaran siapa ini," ujar Dahlan 


"Mungkin beliau lebih tahu dibanding Profesor Hardi karena beliau ikut maju pegang papan sumbangan itu, tentu posisinya lebih penting dari Profesor Hardi," sambungnya.

 

Sebelumnya, polisi menjemput putri bungsu Akidi Tio, Heryanti untuk dibawa ke Markas Polda Sumsel, Senin siang. 


Heryanti diperiksa terkait sumbangan senilai Rp2 triliun yang sempat diserahkan secara simbolis kepada Kapolda Sumatera Selatan Irjen Eko Indra Heri.


Uang sebesar Rp2 triliun disumbangkan keluarga Akidi Tio untuk penanganan wabah COVID-19 di wilayah Sumatera Selatan pada Senin, 26 Juli 2021. 


Beredar kabar bahwa uang itu ternyata tidak ada.


Selain Heryanti, polisi juga memeriksa tiga orang lainnya, di antaranya anak menantu Rudi Sutadi, cucu almarhum Akidi, dan dokter pribadi keluarga dr Hardi Darmawan.


Setelah sembilan jam diperiksa sekitar 22.00 WIB tiga orang tersebut meninggalkan Mapolda Sumatera Selatan menggunakan mobil Mitsubishi Expander warna putih diantar oleh polisi pulang ke rumahnya di wilayah Jalan Tugu Mulyo, Kecamatan Ilir Timur 1, Kota Palembang. [Democrazy/ndm]