Miliki Kekuatan Militer Mumpuni, Ternyata Ini Alasan Taliban Tak Bantu Palestina Perangi Israel | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Rabu, 18 Agustus 2021

Miliki Kekuatan Militer Mumpuni, Ternyata Ini Alasan Taliban Tak Bantu Palestina Perangi Israel

Miliki Kekuatan Militer Mumpuni, Ternyata Ini Alasan Taliban Tak Bantu Palestina Perangi Israel

Miliki Kekuatan Militer Mumpuni, Ternyata Ini Alasan Taliban Tak Bantu Palestina Perangi Israel

DEMOCRAZY.ID - Kekuatan kelompok Taliban dikenal memiliki kekuatan militer yang mumpuni. Kendati demikian, gerakan Islam tersebut tak membantu Hamas Palestina memerangi Israel.


Terkait hal itu, berdasarkan studi berjudul ‘Hamas, Taliban and the Jewish Underground: An Economist’s View of Radical Religious Militias’ yang dikerjakan Eli Berman pada 2003 lalu, Taliban tak bisa mencampuri urusan Hamas di Palestina lantaran memiliki batasan masing-masing.


Makalah yang dirilis National Bureau of Economic Research di Cambridge tersebut juga menjelaskan, Taliban dan Hamas memiliki asal-usul geografis dan teologi yang memang cenderung berbeda.


“Keduanya berkembang menjadi milisi yang memproduksi barang publik lokal dengan menggunakan kekerasan. Kesamaan ini bukan tanpa batasan,” tulis Eli Berman.


Menurut Eli, perbedaan palong menonjol adalah Hamas memandang warga Palestina sebagai anggota potensial untuk direkrut melawan Israel.


Sementara, Taliban melihat mayoritas warga Afghanistan sebagai orang-orang yang harus ditaklukkan.


“Satu perbedaan adalah Hamas memandang sebagian besar orang Palestina sebagai anggota potensial, sedangkan Taliban tampaknya melihat mayoritas orang Afghanistan sebagai yang harus ditaklukkan,” ujar Eli.


Diketahui, Taliban baru-baru ini berhasil menguasai Ibu Kota Afghanistan, Kabul setelah 10 hari melancarkan serangan kilat selepas penarikan pasukan asing pimpinan Amerika Serikat (AS).


Mengutip Hops.id, pasukan AS yang pertama kali mendarat di Afghanistan pada 2001 lalu itu nyatanya tak mampu menghadapi bengisnya pasukan Taliban.


Lantaran hal itu, AS akhirnya memilih angkat kaki dari Afghanistan usai banyak tentaranya tewas ‘cuma-cuma’ dan tak terlihat adanya hasil pasti.


Selain itu, menurut Brown University AS menghabiskan dana sekira 978 miliar Dolar AS atau Rp14 kuadriliun untuk mendukung aksi pertempuran melawan pasukan Taliban tersebut.


Ketimbang harus kehilangan lebih banyak pasukan dan anggaran, AS akhirnya memutuskan angkat kaki dari Afghanistan. [Democrazy/dtk]