Menteri Termiskin dalam Sejarah Bangsa Indonesia yang Perlu Dicontoh Cara Kerjanya pada Era Sekarang | DEMOCRAZY News | Media Politik Penyeimbang -->

Breaking

logo

Selasa, 10 Agustus 2021

Menteri Termiskin dalam Sejarah Bangsa Indonesia yang Perlu Dicontoh Cara Kerjanya pada Era Sekarang

Menteri Termiskin dalam Sejarah Bangsa Indonesia yang Perlu Dicontoh Cara Kerjanya pada Era Sekarang

Menteri Termiskin dalam Sejarah Bangsa Indonesia yang Perlu Dicontoh Cara Kerjanya pada Era Sekarang

DEMOCRAZY.ID - Dijaman seperti sekarang ini pekerjaan menjadi hal yang penting untuk mengumpulkan secerca harapan untuk hidup.

 

Dengan bekerja kita mendapatkan uang dari jerih payah yang kita lakukan. Semua pekerjaan sebetulnya baik tinggal kita bagaimana mengarahkan pekerjaan tersebut.

 

Apabila bekerja sebagai abdi negara gaji kita akan dijamin setiap bulannya, akan mendapatkan tunjangan buat biaya kehidupan anak-anak kita.

 

Banyak orang yang mengidamkan hal tersebut, apalagi menjadi Menteri di Indonesia. Perlengkapan tugas hingga kendaraan mobil pribadi disiapkan untuk kebutuhan perjalan dinas. 

 

Beda dengan Menteri yang satu ini, pada saat Indonesia merdeka dan membentuk suatu kabinet kerja, Menteri satu ini bisa dibilang pejabat negara yang miskin.


Seperti dilansir dari Instagram @viralinbro, nama asli-Nya Ir. Sutami adalah Menteri Pekerjaan Umum yang menjabat selama 4x sejak tahun 1965 - 1978. 


Dia mengabdi pada Kabinet Dwikora l Era Presiden Soekarno diapun masih di pakai Pemerintahan kalah di bawa Pimpinan Presiden Soeharto di Kabinet.


Pembangunan II Sutami selama menjadi Mentri, memimpin berbagai mega proyek, meski demikian Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah 19 Oktober 1928 tidak lantas memanfaatkan untuk korupsi dan memperkaya diri.


Dibawah pengawasannya, proyek raksasa seperti:


1. Gedung DPR,

2. Jembatan Semanggi

3. Waduk Jatiluhur

4. Bandara Ngurah Rai.

5. Jembatan Musi Palembang


Semua karyanya hingga kini masih berdiri kokoh.


Sutami adalah satu satunya menteri yang paling termiskin di bumi ini dan mungkin sampai hari kiamat nanti, karena Sutami adalah manusia yang langka, berpengetahuan, Jujur dan Amanah.


Jika hari lebaran tiba, para tamu pun bersilaturahmi. Namun betapa terkejutnya mereka saat menginjakkan kaki di rumah Menteri Sutami. 

 

Bukan kemewahan yang ada, namun rumah sederhana yang atapnya bocor di mana-mana. 


Bahkan suatu ketika PLN mencabut listrik dirumahnya karena Sutami telat bayar listrik.


Padahal sebagai pejabat negara yang menangani proyek-proyek besar, Menteri Sutami bisa saja hidup bergelimang kemewahan.

 

Rumahnya beralamat di Jl. Imam Bonjol, beliau membeli rumah secara mencicil dan baru lunas menjelang pensiun. 

 

Tak pernah ia menggunakan fasilitas negara di luar pekerjaannya. Saat pensiun, semua ia kembalikan, termasuk mobil dinasnya.


Sutami meninggal dunia di Jakarta 13 November 1980 pada usia 52 Tahun.


Meski jasanya banyak untuk Bangsa Indonesia, Sutami sempat mengungkapkan bahwa dia tidak mau dimakam kan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.


Akhirnya Sutami di makamkan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kemudian namanya diabadikan menjadi sebuah Waduk di Kabupaten Malang, yakni Waduk Ir.Sutami. [Democrazy/okz]